Kehadiran Wali Kota dalam dua forum perencanaan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam memastikan pembangunan daerah berjalan partisipatif, terarah, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Musrenbang Kecamatan Warudoyong dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kecamatan Warudoyong dan dihadiri Camat Warudoyong, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, para kepala SKPD, Forkopimcam, para lurah, perwakilan DPRD, organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, ketua RT/RW, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota H. Ayep Zaki menekankan pentingnya soliditas dan persatuan seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintah, DPRD, partai politik, Forkopimda, hingga tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, dalam membangun Kota Sukabumi yang adil, aman, dan sejahtera.
"Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum strategis untuk menyatukan aspirasi warga sekaligus menyelaraskan program pembangunan daerah agar lebih tepat sasaran. Wali Kota juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh unsur yang hadir dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, H. Ayep Zaki memaparkan kondisi fiskal daerah. Ia menyebutkan bahwa proyeksi APBD Kota Sukabumi Tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,175 triliun untuk pendapatan dan Rp1,195 triliun untuk belanja.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pendapatan transfer dari pemerintah pusat agar kapasitas fiskal daerah dapat kembali diperkuat.
Ia juga menegaskan komitmen untuk mengupayakan peningkatan dana transfer pusat dan berbagai sumber pendanaan lainnya, termasuk menarik kembali dana yang terdampak kebijakan efisiensi.
Hal tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab kepala daerah dalam memastikan ketersediaan anggaran yang memadai bagi pembangunan dan pelayanan publik.
Selain itu, Wali Kota menanggapi masukan dari DPRD terkait capaian pembangunan sebelumnya. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
"Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong lahirnya prestasi-prestasi baru, termasuk di tingkat nasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah," tambahnya.
Musrenbang di Kecamatan Baros
Usai Musrenbang di Warudoyong, Wali Kota melanjutkan agenda dengan menghadiri Musrenbang Kecamatan Baros.
Ketua Panitia, Tuti, melaporkan bahwa Musrenbang bertujuan memberikan arah bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan untuk menyepakati usulan prioritas tingkat kelurahan di tingkat kecamatan, termasuk usulan yang belum terakomodasi dalam Musrenbang Kelurahan.
"Musrenbang Kecamatan Baros mengusung tema Transformasi Ekonomi melalui Penguatan SDM, Ekonomi Kreatif, dan Layanan Publik Digital, dengan jumlah peserta sekitar 90 orang yang terdiri dari lurah dan delegasi kelurahan, DPRD Daerah Pemilihan II, serta unsur pentahelix kecamatan," ungkapnya.
Sementara itu, Camat Baros Angga Sugia Wijaya menjelaskan bahwa proses perencanaan pembangunan diawali dari rembug warga sebagai forum penting untuk menyelaraskan pembangunan kelurahan melalui tujuh pilar pembangunan.
"Beberapa capaian dan inovasi di Kecamatan Baros, antara lain peningkatan pendapatan di awal tahun 2026, upaya pengurangan pengangguran melalui pendaftaran pekerja migran, inovasi layanan Pajak Bumi dan Bangunan melalui peluncuran Pojok Layanan PBB Tuntas, serta program Selasih (Selasa Berbagi Kasih) sebagai bentuk kepedulian terhadap percepatan penurunan stunting dengan pemberian asupan makanan bergizi kepada warga," paparnya.
Camat Baros menegaskan bahwa perencanaan pembangunan akan berjalan optimal apabila seluruh pihak bekerja bersama dan saling mendukung. Hal tersebut, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam arahannya di Musrenbang Kecamatan Baros, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan agenda rutin untuk menyusun arah pembangunan, khususnya untuk tahun 2027, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Sukabumi.
Ia kembali menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan daerah bersumber dari APBD.
Selain mengulas besaran APBD 2026, ia memaparkan harapan besar peningkatan PAD sekitar Rp535 miliar.
"Saya berkomitmen untuk meningkatkan APBD melalui optimalisasi PAD, dengan target kenaikan belanja daerah hingga Rp1,32 triliun dan PAD mencapai sekitar Rp650 miliar," tegasnya.
Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja nyata seluruh perangkat daerah serta partisipasi aktif masyarakat sebagai kontributor utama PAD.
Ia juga menyoroti tantangan pembangunan Kota Sukabumi yang telah berusia 112 tahun, di antaranya masih adanya sekitar 8.900 warga miskin ekstrem, 65.000 warga dalam kelompok desil 1 dan 2, serta sekitar 15.000 pengangguran.
Kondisi di atas, ditegaskan oleh Wali Kota, harus dibenahi secara bersama-sama agar kualitas Kota Sukabumi tidak tertinggal dari kota-kota lain.
Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja bersama dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.
Ia berharap, dengan kebersamaan dan ikhtiar kolektif, Kota Sukabumi mampu bangkit dan kembali menjadi salah satu kota terbaik di Jawa Barat sebagaimana prestasi yang pernah diraih pada masa lalu.
Pewarta : Kang Warsa-Agung
Dokumentasi : Agus R
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari







Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda