Hal tersebut disampaikan usaha menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak di Kampung Rawa Belut, Kelurahan Limusnunggal, Kamis (29/01/2026).
Penanaman jagung serentak seluas 750 hektar di Jawa Barat ini diinisiasi oleh Polda Jawa Barat dan diikuti oleh seluruh jajaran Polres, termasuk Polres Sukabumi Kota.
Kegiatan di Kota Sukabumi dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Kapolres Sukabumi Kota, serta perwakilan Kodim 0607.
Selain penanaman secara simbolis, kegiatan juga dirangkaikan dengan dialog virtual dan penyerahan benih jagung serta pupuk kepada para petani setempat.
Bobby menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat.
“Ini sesuai dengan arahan Presiden, Pak Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi negara dengan ketahanan pangan terbaik, sehingga ketersediaan beras dan jagung bisa di atas rata-rata konsumsi harian warga negara Indonesia," lanjutnya.
Di tahun 2025 sendiri, Indonesia sudah berhasil dalam hal ketahanan pangan. Atas hal ini, Bobby berharap, di tahun 2026 bisa mendapatkan kesempatan dan predikat yang sama.
"Mudah-mudahan kita mendapatkan predikat ketahanan pangan di tahun 2026 bahkan berlebih sehingga tidak ketergantungan kepada impor,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa di Kota Sukabumi, setiap polsek dialokasikan satu hektare lahan untuk ditanami jagung.
Kegiatan penanaman jagung serentak ini memberikan manfaat signifikan bagi Kota Sukabumi dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.
Tambahan areal tanam jagung melalui alokasi satu hektare per polsek diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung daerah, sekaligus mendukung upaya swasembada pangan.
Dengan ketersediaan beras dan jagung yang melebihi rata-rata konsumsi harian warga, stabilitas pasokan pangan di Kota Sukabumi dapat terjaga dengan baik.
Selain berdampak pada peningkatan produksi, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian petani dan stabilitas daerah.
Pemberian benih dan pupuk gratis kepada petani di Kampung Rawa Belut Limusnunggal membantu menekan biaya produksi sehingga potensi keuntungan petani meningkat.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat petani dalam kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda