Restoe Boemi Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai, Tekankan Kesadaran dari Hulu

Komunitas Restoe Boemi kembali menggelar aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bagian dari gerakan peduli sampah dan kelestarian alam. Kegiatan berlangsung pada Jumat (30/1) pagi di Gang Palasari, Kelurahan Sukakarya, dengan fokus pembersihan tumpukan sampah di aliran sungai dan area sekitarnya.

Restoe Boemi merupakan gerakan kolaboratif yang diinisiasi Pemerintah Kota Sukabumi bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, influencer, hingga komunitas lingkungan.

Melalui aksi bersih-bersih massal seperti susur sungai dan penataan ruang publik, komunitas ini berupaya mendorong terwujudnya Kota Sukabumi yang bersih, berkelanjutan, dan sejahtera.

Ketua Komunitas Restoe Boemi, Kia Florita, mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih yang dilakukan hari ini berhasil merapikan area sungai dari tumpukan sampah rumah tangga.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan utama justru terletak pada keberlanjutan perilaku masyarakat setelah kegiatan selesai.

“Alhamdulillah hari ini sudah selesai kita membersihkan sampah sampai rapi. Tapi PR kita sekarang, dua sampai tiga hari ke depan sampah pasti akan menumpuk lagi kalau kesadarannya belum berubah,” ujarnya.

Kia menyoroti masih ditemukannya berbagai jenis sampah, mulai dari botol minuman keras hingga bundelan sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan sering kali dianggap sepele karena dampaknya tidak dirasakan secara langsung oleh pelaku.

“Bagi yang membuang mungkin tidak terlihat efeknya, tapi bagi yang terdampak, dampaknya besar. Kita tidak tahu dampak buruk itu bisa kembali ke kita, anak kita, atau cucu kita di kemudian hari,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan tempat pembuangan sampah, termasuk kondisi TPA Cikundul yang sudah menggunung, tidak bisa dijadikan alasan untuk membuang sampah ke sungai.

Ke depan, Restoe Boemi berencana kembali melakukan sosialisasi pengelolaan sampah, termasuk pemanfaatan biopori dan penyelesaian sampah di tingkat rumah tangga.

“Yang terpenting, tolong dari hulunya jangan membuang sampah ke sungai. Kasihan saudara-saudara kita yang terdampak banjir akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi. BPBD menegaskan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah karena dampaknya sangat erat dengan potensi terjadinya banjir.

Perwakilan BPBD menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan titik-titik rawan banjir, baik pagi maupun malam hari. Namun upaya tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan kesadaran masyarakat.

“Kami berharap mari saling membantu, menjaga lingkungan, dan tidak membuang sampah ke sungai. Pencegahan banjir harus dimulai bersama-sama, dari hulu,” ujarnya.

Melalui aksi kolaboratif seperti ini, Pemerintah Kota Sukabumi bersama komunitas dan masyarakat berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi keselamatan lingkungan dan keberlanjutan kota.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline