Kegiatan tersebut digelar di Ruper Kecamatan Citamiang, Rabu (10/02/2026). Hadir dalam forum ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup, staf ahli, Kepala Bappeda, para kepala SKPD yang mewakili, para camat se-Kota Sukabumi, perwakilan BUMD, Bank BJB, BPJS Ketenagakerjaan, Ketua PWI, Ketua Restoe Boemi, komunitas lingkungan, akademisi, serta perwakilan forum anak dan disabilitas.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa FPD merupakan forum strategis yang tidak hanya membahas perencanaan teknis, tetapi juga menjadi ruang diskusi kelompok terarah (FGD) untuk merumuskan solusi atas isu prioritas daerah, provinsi, hingga nasional, khususnya persoalan sampah.
Ia mengungkapkan bahwa volume sampah di Kota Sukabumi saat ini mencapai sekitar 185 ton per hari. Sementara itu, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul diproyeksikan memiliki keterbatasan daya tampung dalam beberapa tahun ke depan, sehingga perlu langkah antisipatif yang terencana dan kolaboratif.
Lebih lanjut disampaikan, pertumbuhan penduduk dan pembangunan perumahan turut berdampak pada peningkatan produksi sampah. Karena itu, penanganan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah Kota Sukabumi telah menginisiasi berbagai langkah, di antaranya sayembara pengelolaan sampah tingkat kelurahan, gerakan budaya bersih, serta kegiatan bersih-bersih bersama unsur pendidikan dan masyarakat.
Literasi dan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik dari hulu ke hilir juga terus diperkuat guna menekan risiko banjir serta dampak lingkungan lainnya.
Selain itu, Wakil Wali Kota menyampaikan adanya atensi Presiden yang saat ini tengah berproses di Kementerian Dalam Negeri, terkait instruksi pelaksanaan kegiatan bersih-bersih dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat, bagi provinsi, kabupaten, dan kota.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Sukabumi juga akan melaksanakan aksi bersih-bersih kolaboratif bersama Secapa Lemdiklat Polri di wilayah Kota Sukabumi.
Di akhir arahannya, Wakil Wali Kota meminta DLH mengerahkan seluruh kemampuan dan inovasi dalam pengolahan sampah serta memperkuat budaya bersih sebagai gerakan bersama.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis tujuh unit motor sampah untuk masing-masing kecamatan sebagai upaya memperkuat penanggulangan sampah di Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Husen |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda