FPD DP2KBP3A, Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Tegaskan Fokus Stunting, Ketahanan Keluarga, dan Penguatan Organisasi

“Fokus FPD hari ini adalah memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama, menurunkan stunting dari hulu, serta membangun organisasi yang solid dan berintegritas,” tegas Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) DP2KBP3A, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah I Setda Kota Sukabumi, Fajar Rajasa; Kepala DP2KBP3A, Yadi Mulyadi; perwakilan perangkat daerah; para Ketua PKK; serta kader Posyandu.

Dalam arahannya, Ranty menekankan pentingnya pengelolaan emosi dalam rumah tangga sebagai pondasi membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Ia mengingatkan agar setiap keputusan tidak diambil dalam kondisi marah, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi.

“Mari kita berproses. Tahan dulu emosi, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari,” ujarnya.

Dalam konteks organisasi, Ranty menegaskan bahwa kepercayaan dibangun atas dasar kompetensi dan integritas.

Ia mengutip prinsip ability builds trust, yakni memahami pekerjaan dengan baik, mengambil keputusan yang rasional, konsisten antara perkataan dan tindakan, serta bersikap tegas dan adil.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada niat menjatuhkan satu sama lain serta menjaga kekompakan tim.

Menurutnya, posisi dalam organisasi ditentukan oleh struktur, bukan semata usia atau pengalaman. Instruksi pimpinan merupakan bagian dari peran organisasi, bukan persoalan personal.

Selain penguatan kelembagaan, FPD juga memfokuskan program prioritas pada percepatan penurunan stunting.

TP-PKK bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui berbagai langkah konkret, salah satunya program “Satu ASN Satu Telur” yang telah menghimpun hampir seribu butir telur.

Di Kelurahan Sukakarya, satu penerima manfaat mendapatkan 60 butir telur sebagai bentuk intervensi pemenuhan protein hewani.

Ranty menekankan pentingnya intervensi sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia mendorong edukasi kepada orang tua agar memberikan asupan bergizi seimbang dan membangun paradigma bahwa satu telur lebih bernilai dibanding satu bungkus mi instan.

Protein hewani, katanya, menjadi unsur penting bagi perkembangan otak anak dan harus diberikan secara rutin.

Selain itu, aspek sanitasi, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan, serta kesiapsiagaan bencana seperti banjir juga menjadi perhatian bersama.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi remaja melalui program Generasi Berencana (Genre) agar kesiapan emosional dan perencanaan keluarga dipikirkan secara matang sebelum menikah.

Faktor kemiskinan, kekurangan gizi, dan sanitasi harus ditangani secara terpadu melalui kolaborasi lintas dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Menutup arahannya, Ranty mengingatkan pentingnya komunikasi efektif dalam organisasi.

Miskomunikasi dapat terjadi ketika pesan yang disampaikan tidak diterima sebagaimana mestinya. Ia meminta seluruh elemen menghindari “noise” dalam komunikasi, termasuk asumsi pribadi yang dapat menghambat koordinasi.

“Kerja tim harus solid. Jangan hiraukan sikap sinis yang merusak suasana. Kita bahu-membahu agar tugas berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline