Wali Kota Dorong Transformasi Birokrasi Melalui Biropreneurship dan Manajemen Talenta

“Bimbingan teknis ini memiliki makna strategis sebagai sebuah langkah transformasional untuk menginternalisasi nilai-nilai biropreneurship, yaitu jiwa kewirausahaan dalam birokrasi, ke dalam denyut nadi tata kelola pemerintahan Kota Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Pendekatan Biropreneurship dalam Tata Kelola Pemerintahan Kota Sukabumi Tahun 2026 kepada para aparatur, Kamis, 12 Februari 2026 di Aula BKPSDM Kota Sukabumi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa biropreneurship merupakan keniscayaan di era disrupsi saat ini. Pendekatan tersebut menuntut aparatur tidak hanya menjalankan tugas secara rutin, tetapi juga berpikir kreatif, inovatif, berorientasi pada hasil, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta responsif terhadap kebutuhan dan dinamika masyarakat.

"Tantangan pembangunan kota semakin kompleks. Untuk menjawabnya, dibutuhkan aparatur yang tidak hanya menjadi rule follower, tetapi mampu menciptakan peluang dan solusi yang berdampak luas bagi kesejahteraan warga Sukabumi," tambahnya.

Pengarusutamaan biropreneurship disebutnya sebagai kunci membangun birokrasi kelas dunia, yakni birokrasi yang gesit, berintegritas tinggi, dan berfokus pada pelayanan yang memuaskan publik.

Dengan semangat tersebut, setiap kebijakan dan program pemerintah harus dirancang untuk memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat.

Melalui bimtek ini, H. Ayep Zaki mengharapkan munculnya pergeseran paradigma dari pola pikir birokratis yang kaku menuju pola pikir wirausaha yang adaptif.

Ia menambahkan, implementasi biropreneurship akan memperkuat daya saing daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, dan mempercepat terwujudnya visi Kota Sukabumi yang maju, mandiri, dan sejahtera. Setiap langkah inovatif aparatur akan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan kota.

Dengan sumber daya manusia yang unggul dan berjiwa biropreneur, pemerintah diyakini mampu mengoptimalkan pelayanan publik, meningkatkan investasi, serta menciptakan ekosistem pemerintahan yang lebih sehat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan publik.

Usai pelaksanaan bimbingan teknis, Wali Kota Sukabumi didampingi Kepala BKPSDM Taufik Hidayah menyampaikan press release terkait penerapan Manajemen Talenta dalam pengisian jabatan eselon II, eselon III, dan eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi menyampaikan bahwa hasil ekspose di Jakarta telah menghasilkan Surat Keputusan Kepala BKN yang memberikan persetujuan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkot Sukabumi.

"Mulai tahun 2026, pengisian jabatan eselon II tidak lagi melalui Seleksi Terbuka oleh Panitia Seleksi (Pansel), melainkan melalui penunjukan calon eselon II yang diambil dari box manajemen talenta," ungkapnya.

Box Manajemen Talenta terdiri dari box 1 hingga box 9, yang menjadi tempat pemetaan pegawai berdasarkan nilai atau data kinerja, potensi, kompetensi, dan integritas.

Dalam sistem tersebut, Box 9 diperuntukkan bagi pegawai dengan kinerja tinggi dan potensial tinggi, kemudian Box 8 bagi pegawai dengan kinerja sesuai ekspektasi dan potensial tinggi.

Sementara itu untuk Box 7 diperuntukkan bagi pegawai dengan kinerja di atas ekspektasi dan potensial menengah, hingga Box 1 bagi pegawai dengan kinerja rendah dan potensial rendah.

"Hanya PNS yang berada pada box 9, box 8, dan box 7 yang dapat dipromosikan ke jabatan lebih tinggi, misalnya dari eselon III ke eselon II," tegas wali kota.

Manajemen talenta dinilai sebagai strategi pengisian jabatan yang lebih efektif, efisien, dan objektif karena berbasis pada data kinerja, potensi, kompetensi, serta integritas pegawai.

Dengan disetujuinya penerapan sistem ini, Pemerintah Kota Sukabumi mencatatkan sejarah baru dalam tata cara pengisian jabatan yang lebih efisien dan objektif, sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Dede Soleh Saepul

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline