25 Februari 2022



Recovery Together, Recovery Stronger merupakan tema webinar yang diselenggarakan oleh MarkPlus Institute pada Jum’at 25 Februari 2022. MarkPlus Goes to Government dengan tajuk “Pemulihan Ekonomi” di masa pandemi Covid-19 mencoba menggali strategi dan terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dalam memulihkan ekonomi selama pandemi ini.

Wakil Wali Kota Sukabumi didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi  H. Dida Sembada dan Asisten Daerah Administrasi Umum H. Iskandar Ifhan memaparkan strategi dan terobosan Pemerintah Kota Sukabumi di masa recovery atau pemulihan. Wakil Wali Kota Sukabumi menyebutkan, pemulihan ekonomi di Kota Sukabumi bertumpu pada visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi; wewujudkan ekonomi daerah yang maju bertumpu pada sektor perdagangan,ekonomi kreatif, dan pariwisata melalui prinsip kemitraan dengan dunia usaha, dunia pendidikan dan daerah sekitar.

“ Bertumpu pada misi ketiga ini, pemulihan ekonomi di Kota Sukabumi difokuskan untuk mewujudkan apa yang ada di dalamnya, “ ungkapnya. Lebih lanjut H. Andri Setiawan Hamami mengatakan, selama dua tahun pandemi terjadi relaksasi di bidang ekonomi, oleh sebab itu Pemkot Sukabumi secara konsisten mencoba menerbitkan kebijakan yang membantu masyarakat dalam pemulihan perekonomian Kota Sukabumi.

“ Program unggulan di bidang ekonomi salah satunya Sukabumi KECE, menitikberatkan pada pembentukan pengusaha-pengusaha baru di setiap kelurahan. KECE juga telah menjadi incubator usaha untuk para pelaku UMKM di Kota Sukabumi, “ lanjut Wakil Wali Kota Sukabumi kepada peserta webinar.

Program Kelurahan KECE muncul untuk menjawab isu peningkatan ekonomi, hal ini tergambarkan dari beberapa survey. Laporan survey menyebutkan jenis pekerjaan yang paling menarik bagi 50% kelompok usia produktif dan angkatan kerja di Kota Sukabumi yaitu berwirausaha. Jumlah angkatan kerja dan usia produktif Kota Sukabumi dapat dikatakan sangat memiliki menjadi pemicu bagi pemerintah untuk mengembangkan program-program yang dapat menyalurkan harapan mereka.

“ Paling tidak, ada tiga hal utama yang harus dilakukan dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi ini, yaitu : peningkatan pemanfaatan teknologi, menjaga dan memperkokoh kolaborasi, serta peningkatan kompetensi pelaku usaha,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi.

Untuk itu, selama recovery ekonomi ini, Pemerintah Kota Sukabumi tetap memusatkan perhatian pada peningkatan ekonomi masyarakat. Sukabumi Mart (S-Mart) telah didirikan di beberapa titik, tidak sekadar menjula produk-produk industry pangan, juga telah menjadi tempat pemasaran produk para pelaku UMKM di Kota Sukabumi.

1 / 3
Wakil Wali Kota Sukabumi bersama Sekretaris Daerah Kota Sukabumi
2 / 3
Acara Webinar Recovery Together
3 / 3
Display Materi



Sukabumi Mart dan Wirausaha

S-Mart merupakan wadah pemasaran komunitas kewirausahaan (sinergitas ABCGM juara, Sukabumi KECE, SKB, dan UMKM dari mulai skala usaha mikro seperti PKL, warung, toko, kedai, restoran, home industry, hingga pertanian (agribisnis), produk ritel dan sembako yang dapat menjadi pengendali harga di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi (untuk Kabupaten Sukabumi melalui BUMDES).

“ Bidang-bidang Usaha yang telah dijalankan melalui S-Mart ini antara lain; pemasaran LPG 3 Kg, Pertashop, kuliner, dan beragam produk lain. Mengenai permodalan, pemerintah mendorong agar komposisi modal S-Mart ini 30% dimiliki oleh investor, dan 70% oleh masyarakat melalui lembaga koperasi,” lanjut H. Andri S Hamami.

Kebijakan nyata pemerintah untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi salah satunya dengan pemberian stimulan dalam bentuk bantuan sosial kepada masyarakat dan penyaluran bantuan untuk para pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota Sukabumi juga menegaskan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat diperlukan terobosan di bidang ekonomi dengan membangun dan menjalankan koperasi di setiap kelurahan.

0 Tanggapan

Silakan kirim saran dan komentar anda