Ketua Bidang I TP-PKK sekaligus Ketua Restoe Boemi Kota Sukabumi, Kia Florita, menghadiri kegiatan Sosialisasi Restoe Boemi bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD se-Kota Sukabumi pada Rabu, 27 Agustus 2025, di ruang pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.
Acara ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas P&K Kota Sukabumi, Hasan Asari, Kabid PAUD dan Dikmas, serta Kabid Kepemudaan Disporapar. Dalam sambutannya, Hasan Asari menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup sejak usia dini.
“Anak usia dini adalah fondasi masa depan kita. Jika sejak kecil mereka terbiasa menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab. Pendidikan lingkungan hidup harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kia Florita mengapresiasi dedikasi para pendidik PAUD dalam mencetak generasi muda Sukabumi.
“Restoe Boemi hadir sebagai gerakan bersama untuk mengatasi persoalan sampah dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin mengajak semua pihak, termasuk guru PAUD, agar anak-anak dibiasakan memilah sampah dan menjaga kebersihan sejak dini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Restoe Boemi merupakan gerakan kolaborasi berbagai komunitas, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa, yang berkomitmen mendukung pengendalian sampah di Kota Sukabumi.
Melalui sosialisasi ini, Restoe Boemi mendorong penerapan metode pembelajaran outdoor learning, kegiatan operasi semut, hingga pemilahan sampah untuk memperkuat kesadaran lingkungan anak-anak.
“Harapannya, anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungannya, memahami proses pengolahan sampah, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama para peserta untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan generasi emas 2045 yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Acara ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas P&K Kota Sukabumi, Hasan Asari, Kabid PAUD dan Dikmas, serta Kabid Kepemudaan Disporapar. Dalam sambutannya, Hasan Asari menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup sejak usia dini.
“Anak usia dini adalah fondasi masa depan kita. Jika sejak kecil mereka terbiasa menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab. Pendidikan lingkungan hidup harus dimulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kia Florita mengapresiasi dedikasi para pendidik PAUD dalam mencetak generasi muda Sukabumi.
“Restoe Boemi hadir sebagai gerakan bersama untuk mengatasi persoalan sampah dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Kami ingin mengajak semua pihak, termasuk guru PAUD, agar anak-anak dibiasakan memilah sampah dan menjaga kebersihan sejak dini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Restoe Boemi merupakan gerakan kolaborasi berbagai komunitas, mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa, yang berkomitmen mendukung pengendalian sampah di Kota Sukabumi.
Melalui sosialisasi ini, Restoe Boemi mendorong penerapan metode pembelajaran outdoor learning, kegiatan operasi semut, hingga pemilahan sampah untuk memperkuat kesadaran lingkungan anak-anak.
“Harapannya, anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungannya, memahami proses pengolahan sampah, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama para peserta untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan generasi emas 2045 yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Pewarta : Husen
Dokumentasi : Agus Rustiawandi
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari
Posting Komentar untuk "Restoe Boemi Dorong Pendidikan Lingkungan Sejak Usia Dini"
Silakan kirim saran dan komentar anda