Mengamini prinsip tersebut, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menggelar acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan para insan pers se-Kota Sukabumi di Rumah Dinas Wali Kota pada Ahad (1/3) petang.
Momen ini menjadi ruang penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pewarta di tengah suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
Dalam dialog dengan insan pers, H. Ayep Zaki didamping Asda III, Imran Wardhani mengibaratkan tata kelola pemerintahan layaknya hubungan imam dan makmum.
Ia menegaskan bahwa untuk membangun Kota Sukabumi, seorang pemimpin membutuhkan dukungan yang kuat dari berbagai elemen, termasuk wartawan.
Wali Kota berharap, pasca-berakhirnya dinamika Pilkada, insan pers dapat kembali tegak lurus menjadi alat kontrol yang objektif dan tidak berpolitik praktis.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap profesionalisme wartawan, pemerintah kota juga berencana memfasilitasi perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar standar jurnalistik di Sukabumi semakin berkualitas,” ujarnya.
Selain mempertegas komitmen sinergi dengan media, H. Ayep Zaki juga membeberkan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam merespons berbagai persoalan kota, salah satunya terkait tata kelola keuangan dan infrastruktur.
Wali Kota mengungkapkan keberhasilan pemerintah dalam menertibkan retribusi pasar marema yang kini sepenuhnya masuk ke kas daerah secara resmi.
Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), pemerintah kota berhasil menyetorkan dana sebesar Rp170 juta dari pengelolaan lapak pasar marema ke kas daerah, memutus mata rantai kebocoran pendapatan yang selama ini tidak masuk ke kas pemerintah.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Sukabumi tengah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki akses jalan yang kerap dikeluhkan warga, seperti Jalan Merbabu, Gunungpuyuh.
Meski sempat terkendala persoalan teknis pada sistem input bantuan provinsi, Wali Kota memastikan perbaikan akan tetap dieksekusi menggunakan dana APBD.
Lebih jauh, ia mengubah standar pengerjaan jalan raya di Kota Sukabumi. Jalan-jalan yang rentan rusak, seperti Jalan Gudang, kini tidak akan langsung diaspal, melainkan dicor terlebih dahulu dan baru kemudian dilapisi aspal agar daya tahannya lebih maksimal.
“ Pemkot juga akan merevitalisasi trotoar lama dan merapikan kabel utilitas menjadi satu tiang, seperti yang mulai diuji coba di Jalan Bhayangkara, sebagai langkah antisipasi menyambut kehadiran Tol Bocimi seksi III,” tambahnya.
Isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat juga tidak luput dari perhatian. Menyadari tingginya sampah, Pemkot Sukabumi kini berfokus pada penerapan teknologi pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF).
Melalui teknologi ini, tumpukan sampah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang nantinya siap dibeli oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sementara itu, terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingginya angka pengangguran di wilayah seluas 48 kilometer persegi ini, pemerintah menyiapkan strategi penyaluran tenaga kerja melalui program P2MI pada tahun 2026.
Wali Kota mengajak seluruh pihak, khususnya insan pers, untuk bersaing secara sehat dalam kebaikan, menghindari ujaran kebencian, dan akan mencari putra-putri terbaik demi kemajuan Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda