Pengamanan Pergantian Tahun 2025 ke 2026, Merawat Ketertiban, Menjaga Empati

Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi kembali mengupayakan terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang dan setelah perayaan Natal 2025 serta pergantian Tahun Baru 2026.

Upaya ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui rangkaian tahapan yang terencana dan berkesinambungan.Proses pengamanan diawali dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan dua minggu sebelum Natal, dilanjutkan dengan pemantapan rapat persiapan pengamanan satu minggu menjelang hari H.

Selanjutnya, dilaksanakan Apel Gelar Pasukan serta kunjungan dan pemantauan langsung ke sejumlah pos pengamanan, pos jaga, dan pos pelayanan terpadu.

Rangkaian ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Sukabumi tetap terjaga selama momen akhir tahun.

Sebagai Kota Toleran peringkat pertama di Jawa Barat dan menempati posisi keenam secara nasional, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, didukung penuh oleh unsur Forkopimda dan seluruh perangkat daerah, menyadari betul bahwa Kota Sukabumi merupakan rumah bersama.

Sebuah ruang hidup kolektif yang harus dijaga bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan kultural, dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, empati, dan kebersamaan.

Pada malam Natal dan hari perayaannya, Wali Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimda melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di pusat kota serta menyambangi para jemaat.

Kehadiran pimpinan daerah dan unsur keamanan ini tidak semata sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga simbol kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama.

Langkah tersebut menjadi indikator nyata atas komitmen Kota Sukabumi dalam merawat predikat kota toleran, yang terus menebar kebaikan dan menanamkan semangat kebersamaan.

Menjemput Tahun 2026

Dalam menyambut Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif agar momentum pergantian tahun dapat diisi oleh masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermakna.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah diterbitkannya edaran larangan membakar petasan pada malam pergantian tahun, dengan pertimbangan utama aspek ketertiban dan keamanan.

Lebih dari itu, larangan penggunaan petasan dan perayaan yang berlebihan juga dipandang sebagai bentuk peneguhan empati sosial.

Di tengah kondisi saudara-saudara sebangsa yang masih dalam proses pemulihan pasca-bencana, euforia yang berlebihan dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Oleh karena itu, kebijakan ini dipahami sebagai ajakan moral agar masyarakat Kota Sukabumi tetap menjunjung etika, budaya timur, serta semangat saling menghargai dan tenggang rasa terhadap kesedihan yang dialami sesama.

Apel Siaga Pengamanan Tahun Baru 2026

Di bawah guyuran hujan, pada Rabu, 31 Desember 2025, menjelang malam pergantian tahun, unsur Forkopimda Kota Sukabumi menggelar Apel Siaga Pengamanan Tahun Baru 2026 di Plaza Balai Kota.

Apel ini diikuti oleh pasukan gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, BPBD, Dinas PUTR, PMI, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pendukung lainnya.

Plaza Balai Kota dipenuhi semangat kebersamaan dan kekompakan. Seluruh unsur hadir dan bersatu padu sebagai satu kesatuan pengamanan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama malam pergantian tahun.

Dalam amanatnya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan pentingnya mengisi pergantian tahun dengan kegiatan positif.

Ia mengingatkan bahwa setiap tahun selalu ada aktivitas masyarakat, sehingga jajaran Pemerintah Kota bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat perlu memastikan pengamanan dilaksanakan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.

Sebagai kepala daerah sekaligus penanggung jawab tertinggi di Kota Sukabumi, wali kota menegaskan bahwa soliditas dan kekompakan petugas di lapangan merupakan keniscayaan.

Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama momen pergantian tahun.

Pos Pengamanan Terpadu


Pos pengamanan telah didirikan beberapa hari sebelum Natal di sejumlah titik strategis di Kota Sukabumi.

Langkah ini dilakukan untuk mengeliminasi potensi gangguan ketertiban selama dua momentum penting, yakni perayaan Natal dan Tahun Baru.

Usai pelaksanaan Apel Siaga pada Rabu (31/12) sore, unsur Forkopimda Kota Sukabumi melakukan kunjungan dan pemantauan ke sejumlah pos pengamanan, antara lain di Jalan A. Yani (City Mall), Jalan Sudirman (eks Terminal Degung), serta Gedung Juang 45 yang difungsikan sebagai pos pelayanan terpadu.

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus menumbuhkan semangat dan soliditas petugas di lapangan.

Kendati Kota Sukabumi relatif kondusif dan tidak pernah mengalami gangguan keamanan yang signifikan saat pergantian tahun, langkah-langkah preventif dan antisipatif tetap dilakukan secara konsisten sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan.

Bantuan Komunikasi, Peran Senyap yang Vital


Salah satu unsur penting yang kerap luput dari sorotan publikasi adalah keterlibatan komunitas radio, seperti ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia).

Secara nyata, kedua organisasi ini selalu terlibat aktif dalam program Bantuan Komunikasi (Bankom) pada pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Komunitas radio amatir mendirikan posko Bankom, mencatat setiap laporan kejadian dari lapangan melalui frekuensi radio kerja, serta menyampaikannya secara berjenjang kepada pihak terkait.

Keberadaan mereka menjadi bagian integral dari sistem pengamanan, terutama dalam hal pertukaran informasi yang cepat dan akurat.

Melalui jaringan komunikasi yang dibangun oleh para anggota ORARI dan RAPI, informasi mengenai kondisi wilayah, arus lalu lintas, situasi keamanan, hingga potensi kebencanaan dapat diperoleh lebih dini.

Peran senyap namun vital ini memungkinkan setiap potensi ancaman maupun gangguan dapat diantisipasi sejak awal, sehingga pengamanan malam Natal dan pergantian Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Pewarta           : Kang Warsa
Dokumentasi   : Dede Soleh Saepul

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari

Posting Komentar untuk "Pengamanan Pergantian Tahun 2025 ke 2026, Merawat Ketertiban, Menjaga Empati"