Wali Kota Sukabumi Tegaskan Kepemimpinan Berbasis Sifat Rasulullah dalam Kegiatan Jumat Keliling

“Wali kota dan wakil wali kota akan menerapkan sifat-sifat Rasulullah dalam kepemimpinan saat ini. Sifat tersebut termanifestasi dalam semangat kejujuran, kepercayaan, kecerdasan, menyampaikan kebenaran, serta keberanian untuk turun langsung ke bawah,” ungkap Wali Kota Sukabumi saat memberikan sambutan dalam kegiatan Jumat Keliling di Masjid Wahidil Qohhar, kawasan Lingkar Selatan, Jumat (23/1/2026).

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menjelaskan bahwa sifat-sifat Rasulullah SAW menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu sifat utama tersebut adalah shidiq, yakni kejujuran. Menurutnya, pemimpin tidak boleh berbohong dalam mengambil kebijakan maupun dalam menyampaikan kondisi riil kepada masyarakat. Kejujuran menjadi modal utama untuk membangun kepercayaan publik.

Selain shidiq, ia juga menekankan pentingnya sifat amanah, yaitu dapat dipercaya dan tidak berkhianat.

Pemimpin, lanjutnya, harus menjaga kepercayaan yang diberikan rakyat serta menghindari segala bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan masyarakat.

Amanah tidak hanya dimaknai dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga dalam menjalankan janji politik dan kebijakan publik.

Sifat berikutnya yang ditekankan adalah fathonah atau kecerdasan. Wali Kota menuturkan bahwa kecerdasan pemimpin tercermin dari kemampuannya mengelola pemerintahan secara bijak, efektif, dan strategis demi kesejahteraan masyarakat.

Kepemimpinan yang cerdas dituntut mampu membaca tantangan zaman, mengelola sumber daya daerah, serta mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain itu, pemimpin juga harus memiliki sifat tabligh, yakni mampu menyampaikan kebijakan dan arah pembangunan secara terbuka, jujur, dan mudah dipahami masyarakat.

Ditambah dengan sifat saja’ah, yaitu keberanian untuk turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, dan melihat persoalan dari dekat.

Dalam konteks kepemimpinan, Wali Kota juga menyampaikan bahwa membangun Kota Sukabumi membutuhkan pemimpin yang memiliki kejelasan dalam empat aspek penting, yakni harta, keturunan, tampilan, dan agama.

Kejelasan tersebut dinilai menjadi kriteria pendukung agar pemimpin mampu mempraktikkan sifat-sifat Rasulullah secara konsisten dan bertanggung jawab selama masa kepemimpinan.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi turut memaparkan sejumlah prioritas pembangunan daerah, di antaranya upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan fiskal daerah, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penanggulangan pengangguran.

Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan harus dijalankan dengan prinsip kejujuran, amanah, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Kegiatan Jumat Keliling ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, jajaran aparatur Kecamatan Cibeureum dan Kelurahan Limusnunggal, serta berbagai tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi juga menyerahkan bantuan kepada DKM Masjid Wahidil Qohhar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan menguatkan kegiatan keagamaan di wilayah Kota Sukabumi.

Pewarta           : Kang Warsa
Dokumentasi   : Dede Soleh Saepul

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline