Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi beserta jajaran, Camat Citamiang, Lurah Citamiang, serta perangkat kelurahan.
Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota meninjau secara langsung praktik pengelolaan sampah dari hulu di lingkungan perkantoran kelurahan.
Program ini menjadi bagian dari konsep sayembara pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang akan diterapkan di 33 kelurahan se-Kota Sukabumi.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana mengapresiasi inovasi Kelurahan Citamiang yang telah berhasil memilah sampah organik dan anorganik secara konsisten.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk kandang, sementara sampah anorganik dikelola melalui bank sampah kelurahan dan kerja sama dengan pihak swasta.
Menurutnya, pola ini menunjukkan bahwa sampah dapat memberikan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan jika dikelola dengan baik.
“Ini contoh nyata pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk, sampah anorganik bernilai ekonomi, dan residu dapat ditekan seminimal mungkin. Model seperti ini sangat realistis untuk diterapkan di masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota.
Selain pengelolaan sampah, Kelurahan Citamiang juga mengintegrasikan program tersebut dengan ketahanan pangan dan pencegahan stunting.
Kompos yang dihasilkan digunakan untuk menanam sayuran di lahan kelurahan, kemudian hasil panen dibagikan secara gratis kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui posyandu.
Residu sayuran dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan kotoran ternak kembali diolah menjadi pupuk, sehingga menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Inovasi lain yang tengah dikembangkan adalah pengelolaan minyak jelantah rumah tangga. Melalui posyandu, warga didorong membawa minyak jelantah dari rumah untuk dikumpulkan dan diolah menjadi produk bernilai guna seperti sabun dan lilin.
Hasil penjualannya direncanakan akan dikembalikan ke posyandu sebagai tambahan kas untuk program makanan tambahan balita.
Kepala DLH Kota Sukabumi menyampaikan bahwa sekitar 38 persen sampah di Kota Sukabumi berasal dari rumah tangga.
Dengan penerapan konsep pengelolaan sampah dari sumbernya seperti di Kelurahan Citamiang, diharapkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa praktik baik yang dilakukan Kelurahan Citamiang akan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Sukabumi untuk mulai memilah sampah dari rumah dan menjadikan sampah sebagai sumber kebermanfaatan bagi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau semua kelurahan kompak dan konsisten, sampah bukan lagi masalah, tapi justru menjadi berkah bagi Kota Sukabumi,” pungkasnya.
| Pewarta | : Agung |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda