Harlah satu abad NU ini dihadiri oleh Ketua Syuriyah PCNU Kota Sukabumi K.H. Abdullah Fauzi, Ketua Tanfidziyah PCNU K.H. Anas Syakirullah, jajaran pengurus NU, tokoh agama, serta berbagai unsur PCNU Kota Sukabumi. Kehadiran Wali Kota menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan rasa syukur atas usia satu abad Nahdlatul Ulama yang telah berperan besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, NU memiliki kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, nilai keislaman, dan kebangsaan sejak masa perjuangan hingga saat ini.
“Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, saya insyaallah akan membangun lantai dua Gedung Dakwah PCNU ini secara pribadi. Karena ini juga memang janji saya kepada Nahdlatul Ulama,” ujar H. Ayep Zaki di hadapan para hadirin.
Ia menegaskan, komitmen tersebut merupakan bentuk rasa tanggung jawab moral dan spiritual kepada NU yang selama ini konsisten menjaga Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin. Ia juga berharap Gedung Dakwah PCNU dapat menjadi pusat kegiatan keumatan dan penguatan nilai keislaman di Kota Sukabumi.
Lebih lanjut, H. Ayep Zaki menilai tema Harlah ke-100 NU, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada peradaban dan akhlak.
“Saya bersyukur NU telah berusia satu abad. Semoga Harlah ke-100 ini menjadi momentum bagi kita dalam membangun peradaban, khususnya di Kota Sukabumi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Sukabumi, K.H. Anas Syakirullah, dalam sambutannya menegaskan komitmen NU untuk terus berperan aktif dalam membangun peradaban dunia yang bermartabat dan unggul secara global.
“NU berkomitmen untuk fokus pada membangun peradaban dunia yang bermartabat dan unggul secara global. NU juga konsisten dalam menjaga persatuan dan merawat nilai keislaman yang rahmatan lil alamin,” kata K.H. Anas Syakirullah.
Ia menambahkan, NU akan terus menjadi perekat umat dan bangsa, serta bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Menurutnya, peran NU tidak bisa dipisahkan dari upaya membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.
Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama di Kota Sukabumi diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mempererat kolaborasi antara ulama dan umara demi terwujudnya Kota Sukabumi yang maju, religius, dan harmonis.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda