Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua PGRI, perwakilan Bappeda, Dewan Pendidikan, unsur kecamatan dan kelurahan, perwakilan sekolah, serta Kementerian Agama Kota Sukabumi.
Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan program pembangunan bidang pendidikan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah. Salah satu isu strategis yang mengemuka adalah ketercukupan tenaga pendidik.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memaparkan arah kebijakan pembangunan Kota Sukabumi menuju tahun 2027. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan harus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan yang berkelanjutan.
“Kapasitas fiskal kita terus menguat. Proyeksi PAD di tahun 2026 ditargetkan mencapai lebih dari Rp535 miliar, meningkat dari baseline tahun 2024 yang berada di angka Rp437 miliar,” ujar Bobby Maulana dalam pemaparannya.
Sebelum menjabarkan rencana ke depan, Bobby juga memaparkan capaian tahun 2025. Kota Sukabumi berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam realisasi belanja daerah dan peringkat kedelapan nasional dalam realisasi pendapatan daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 tercatat meningkat sebesar 12,47 persen atau setara Rp54,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, penguatan fiskal tersebut menjadi modal penting untuk memperluas program yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Dokumen kebijakan ini menegaskan komitmen kita untuk memperkuat aspek sosial, infrastruktur, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Untuk periode 2026–2027, Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan sejumlah fokus program strategis. Di bidang kesehatan dan sosial, pemerintah menargetkan penanganan stunting, penguatan layanan homecare dan ambulans gratis, serta penguatan program jaminan sosial.
Sementara di sektor infrastruktur, pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan, trotoar, drainase, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), serta penerangan jalan umum hingga ke pelosok kota.
Upaya pengurangan pengangguran juga dilakukan melalui dorongan perekrutan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di setiap kecamatan serta optimalisasi tenaga honorer dan P3K paruh waktu.
Program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat tetap menjadi prioritas, seperti pemberian insentif bagi RT, RW, Linmas, guru ngaji, marbot, hingga tenaga pendidik.
Selain itu, penguatan operasional Posyandu direncanakan dengan alokasi lebih dari Rp4,3 miliar serta penyaluran beasiswa sekitar Rp1,3 miliar dan pelatihan vokasi melalui Balai Latihan Kerja.
Menutup paparannya, Bobby Maulana menegaskan visi pembangunan Kota Sukabumi yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN).
Dengan semangat “Sukabumi Kota Bercahaya”, pemerintah optimistis seluruh program yang dirancang dapat berjalan terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor pendidikan dan kebudayaan.
| Pewarta | : Esty |
| Dokumentasi | : Dede Soleh Saepul |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ikbal |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda