Peresmian tersebut dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, para staf ahli, kepala SKPD, Ketua TP PKK, pimpinan Bank BJB, para camat, serta perwakilan pimpinan BUMD.
Dalam sambutannya, H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi tahun 2025 mampu membiayai tiga infrastruktur strategis bernilai di atas Rp1 miliar, yakni Jembatan Kopeng, Gapura Batas Kota, dan Gedung Dekranasda.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan wujud tanggung jawab pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas dan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 nilai pembangunan infrastruktur yang bersumber dari PAD direncanakan meningkat hingga Rp31 miliar. Pembangunan tersebut mencakup jembatan, kantor kecamatan, lapangan publik, serta perbaikan jalan.
Saat ini terdapat 10 ruas jalan yang harus segera diperbaiki secara cepat dan berkualitas agar lebih kuat dan tahan lama.
Selain infrastruktur, Pemerintah Kota Sukabumi juga berkomitmen menyehatkan 17 BLUD, memperkuat kinerja BUMD, serta meningkatkan kapasitas 35 OPD sebagai penopang kemajuan daerah.
Peresmian Gedung Dekranasda ditandai dengan penandatanganan prasasti yang didampingi unsur Forkopimda, dilanjutkan dengan pengguntingan pita.
Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Dekranasda merupakan mitra pemerintah yang ditugaskan untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan industri kerajinan sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
Menurutnya, negara percaya bahwa kekuatan Indonesia bukan hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada tangan-tangan terampil warganya.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Dekranasda merupakan langkah penting dan strategis untuk memperkuat peran Dekranasda sebagai wadah pembinaan, pengembangan, serta promosi produk kerajinan dan UMKM lokal.
Gedung tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan perajin, ruang promosi produk unggulan daerah, sarana edukasi dan inovasi, serta ruang kolaborasi antar pelaku usaha.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa tidak ada lagi produk lokal yang mati suri. Gedung ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk merangkul tangan-tangan kreatif. Kami ingin ekonomi kita tumbuh kuat dari akar kita sendiri,” ujarnya.
Ranty juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sukabumi, Wali Kota, Wakil Wali Kota, jajaran perangkat daerah, serta seluruh pengurus Dekranasda yang telah bersinergi hingga pembangunan gedung dapat terselesaikan dengan baik.
Ia berharap Gedung Dekranasda menjadi rumah bersama bagi para perajin dan pelaku UMKM, tempat tumbuhnya kreativitas, inovasi, serta semangat untuk terus berkarya dan berdaya saing.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung dalam memajukan karya lokal. “Hayu urang silih rojong silih giring, ngamumule karya lokal,” tutupnya.
| Pewarta | : Husen |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda