Zakat Berseka Jadi Instrumen Strategis Tekan Stunting dan Perbaiki Sanitasi di Kota Sukabumi

“Ini adalah ikhtiar dalam rangka perbaikan lingkungan. Mudah-mudahan perbaikan rumah ini bisa bermanfaat. Penurunan stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga sanitasi dan kondisi rumah," tutur Ketua TP-PKK Ranty Rachmatilah.

Ia menambahkan, lingkungan harus bersih, dan ini pekerjaan bersama. Hal ini ditegaskan oleh Ranty saat menyerahkan bantuan Zakat Berseka di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Sabtu (14/2/2025).

Penyerahan bantuan Zakat Berseka (Bersih Sehat untuk Kota) tersebut difokuskan pada perbaikan sanitasi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi keluarga dengan balita stunting.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua TP-PKK bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, sebagai bagian dari strategi terpadu menekan angka stunting melalui pendekatan lintas sektor.

Program Zakat Berseka menjadi instrumen krusial dalam menambal celah pembiayaan pembangunan lingkungan sehat.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan intervensi gizi, tetapi juga memastikan kehadiran negara dalam menciptakan hunian yang layak dan lingkungan yang bersih bagi warga berisiko tinggi.

Ranty Rachmatilah menegaskan bahwa sanitasi dan kualitas tempat tinggal memiliki korelasi langsung terhadap kesehatan anak. Rumah yang tidak layak huni berpotensi meningkatkan paparan penyakit infeksi yang memperparah kondisi stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari zakat karyawan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.

Dana yang terkumpul disalurkan untuk mendukung perbaikan rumah sekaligus membantu biaya sewa rumah sementara selama proses rehabilitasi berlangsung.

“Pada siang hari ini bersama Ketua TP-PKK kami hadir untuk menyerahkan santunan kepada salah satu keluarga stunting. Akan ada perbaikan rumahnya, dan untuk itu kita bantu sewa rumah selama satu bulan. Ini bersumber dari zakat karyawan Dinas Kesehatan melalui program Berseka, Bersih Sehat untuk Kota,” jelasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting di Kota Sukabumi tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan atau edukasi gizi semata, tetapi juga menyentuh aspek fundamental lingkungan dan infrastruktur hunian.

Bagi masyarakat Kelurahan Sukakarya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pemulihan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.

Bantuan nyata berupa perbaikan sanitasi hingga santunan biaya sewa rumah memberikan perlindungan dari risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat.

Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi antara TP-PKK, Dinas Kesehatan, serta dukungan partisipasi internal pegawai melalui zakat menjadi contoh konkret integrasi program sosial dan kesehatan.

Program Berseka sekaligus menjadi bentuk solidaritas sosial yang memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Edukasi lingkungan yang baik diharapkan mampu mencetak generasi masa depan Kota Sukabumi yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dengan pendekatan komprehensif yang memadukan intervensi gizi, sanitasi, dan rehabilitasi hunian, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara berkelanjutan.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Agus R - Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline