RT, RW, dan Karang Taruna Diminta Perkuat Nilai Kejujuran untuk Membangun Kota Sukabumi

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meminta para ketua RT, RW, dan Karang Taruna di Kelurahan Sindangpalay dan Limusnunggal memperkuat nilai kebenaran, kejujuran, serta keadilan dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan H. Ayep Zaki saat memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai penguatan kapasitas masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan integritas para penggerak lingkungan.

“Ketua RT, RW, dan Karang Taruna harus memegang teguh kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Nilai-nilai itu harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menjalankan tugas di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Bagi pemerintah, RT dan RW memiliki posisi penting karena menjadi bagian yang paling dekat dengan masyarakat.

Berbagai persoalan sosial, pelayanan administrasi, kondisi lingkungan, hingga kebutuhan warga kerap pertama kali diketahui dari tingkat rukun tetangga dan rukun warga.

Karena itu, peningkatan kapasitas para pengurus lingkungan perlu diarahkan agar mereka mampu menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan pemerintah.

Karang Taruna juga memiliki ruang strategis untuk menggerakkan generasi muda dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, serta pembangunan lingkungan.

PAD Jadi Penggerak Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut, H. Ayep Zaki juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu fondasi pembiayaan pembangunan Kota Sukabumi.

Ia menyebut optimalisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.

“Peningkatan pendapatan asli daerah melalui optimalisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan PBB-P2 menjadi satu keniscayaan untuk pembangunan di Kota Sukabumi,” ujar H. Ayep Zaki.

Penguatan PAD berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Karena itu, kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Di sisi lain, H. Ayep Zaki mengaitkan pembangunan daerah dengan persoalan ketenagakerjaan.

Pengangguran, kata dia, perlu ditangani melalui berbagai pendekatan, termasuk memberikan bekal yang memadai kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di luar negeri.

Pembekalan tersebut mencakup kesiapan calon PMI agar memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dengan persiapan yang baik, peluang masyarakat memperoleh pekerjaan serta meningkatkan taraf ekonomi keluarga dapat semakin terbuka.

Baznas dan Penanganan Persoalan Sosial

Selain ekonomi dan ketenagakerjaan, ia menekankan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam membantu pemerintah menangani persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baznas memiliki posisi strategis karena program-programnya bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama dalam membantu kelompok yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

Ia melihat persoalan sosial dan lingkungan memiliki keterkaitan yang kuat. Penanganan sampah, misalnya, membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari sumbernya.

Ketika pengelolaan dilakukan secara teratur dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan, beban pengelolaan sampah di kawasan perkotaan dapat ditekan.

Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi keterlibatan RT, RW, Karang Taruna, lembaga sosial, dan masyarakat secara luas.

Penguatan kelembagaan di tingkat lingkungan menjadi penting agar berbagai program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bimbingan teknis yang dibadiri oleh Camat Cibeureum, Kejaksaan, Lurah Sindangpalay dan Limusnunggal ini menjadi ruang untuk menyatukan berbagai agenda prioritas pemerintah.

Penguatan integritas pengurus lingkungan, peningkatan pendapatan daerah, pembukaan akses pekerjaan, penanganan persoalan sosial, serta penataan lingkungan ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun Kota Sukabumi secara bersama-sama.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Dede Soleh

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline