Pengajian Rutin, Wali Kota Tegaskan Pembangunan Peradaban Berlandaskan Kejujuran dan Keadilan

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan pembangunan peradaban di Kota Sukabumi harus berlandaskan kejujuran, keadilan, dan penegakan kebenaran.

Prinsip tersebut perlu diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, penegakan peraturan, serta pengelolaan keuangan daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan dalam pengajian rutin di Rumah Dinas Wali Kota Sukabumi, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, para kepala perangkat daerah, camat, lurah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Selain mempererat silaturahmi, pengajian menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Wali Kota menyampaikan, pembangunan peradaban tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus ditopang oleh integritas penyelenggara pemerintahan dan kepatuhan seluruh elemen masyarakat terhadap aturan.

Peraturan daerah (Perda) dan peraturan wali kota (Perwal) menjadi bagian dari landasan dalam menjalankan pemerintahan serta menjaga ketertiban dan keadilan.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah.

Di sisi lain, para pelaku usaha diajak memenuhi kewajiban perpajakan secara benar agar penerimaan daerah dapat mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyoroti persoalan pengangguran dan pendidikan sebagai dua hal yang perlu mendapat perhatian serius.

Pemerintah Kota Sukabumi, kata dia, berupaya agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

H. Ayep Zaki optimistis, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah saat ini akan mulai menunjukkan hasil dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Untuk mendukung daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi juga merencanakan pelaksanaan pasar murah di 200 titik yang tersebar di 33 kelurahan pada 2027. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui pengajian rutin tersebut, ia kembali menegaskan komitmen membangun Kota Sukabumi dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, tata kelola pemerintahan yang baik, penegakan keadilan, dan pemerataan kesejahteraan.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya terlihat dari kemajuan fisik kota, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.

Pewarta : Husen
Dokumentasi : Agus R

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline