08 Februari 2021



Pemerintah Kota Sukabumi memiliki pekerjaan rumah, program pembangunan di 2020 yang dialihkan 2021 sebagai refocusing penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Sukabumi.




SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lembursitu tahun 2021 untuk perencanaan tahun 2022 di Kantor Kecamatan Lembursitu, Senin (8/2). 

Pada momen ini wali kota menekankan harus ada skala prioritas pembangunan dengan keterbatasan anggaran yang ada akibat pandemi.

Kegiatan bertema "Pemantapan Daya Saing Daerah Menuju Kualitas Kehidupan Masyarakat yang Unggul" ini hadir Camat Lembursitu Deni Ahmad.

'' Musrenbang bagian dari proses pembangunan yang tidak boleh ditinggalkan sebagai kanal menyerap aspirasi masyarakat,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.

Pelaksanaan musrenbang digelar berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota sebagai kanal saluran untuk merekam apa yang diharapkan masyarakat. 

Wali jota berharap kegiatan ini jangan dianggap rurinitas karena proses penyerapan aspirasi masyarakat ditetapkan melalui musrenbang.

'' Sehingga dibuat sistrm bahwa pembangunan tidak bisa tidak kefiali harus melalui musrenbang,'' cetus Fahmi. Intinya, rencana pembangunan di Kota Sukabumi  harus melalui jalur musrenbang.

Selain musrenbang ada kanal kedua yaitu reses anggota DPRD. Nantinya, pokok pikiran DPRD hasil reses akan disandingkan dengan Musrenbang Kanal lainnya dalam pembangunan melalui dana kelurahan dan P2RW.

Selain itu kini Pemkot Sukabumi mengupayakan dana pembangunan melalui CSR maka Pemerintah Daerah menetapkan Perda CSR di mana semua perusahaan wajib menyalurkan CSR menutupi keterbatasan anggaran Pemkot Sukabumi. 

Diakui Fahmi, 2020 dan 2021 merupakan tahun yang sangat berat bagi Pemkot Sukabumi. Sebab perencanaan pembangunan pada 2019 dan  2020 terdampak oleh refocusing penanganan Covid-19. Dengan begitu, Pemerintah Kota Sukabumi memiliki pekerjaan rumah, program pembangunan di 2020 yang dialihkan 2021. 

'' Akan tetapi harus optimis dan semangat dengan menetapkan skala prioritas pembangunan karena keterbatasan anggaran,'' imbuh Fahmi. 

Pemkota Sukabumi  membutuhkan dukungan dari muspika, alim ulama, dan elemen warga lainnya dalam menentukan skala prioritas pembangunan dengan  anggaran yang terbatas saat ini.


0 Tanggapan

Silakan kirim saran dan komentar anda