02 Mei 2022


SUKABUMI--Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah tingkat Kota Sukabumi digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi, Senin (2/5/2022).

Hadir di Masjid Agung Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang memberikan ceramah Shalat Idul Fitri. Selain itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami yang membacakan sambutan wali kota Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada.

'' Hari Raya Idul Fitri tahun ini dan kemarin masih berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih pandemi Covid yang dampaknya dirasakan dunia termasuk Indonesia dan Kota Sukabumi,'' ujar Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami membacakan sambutan wali kota. Bersyukur pandemi mulai melandai termasuk Sukabumi sehingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri sesuai syariat dengan protokol kesehatan dan berdoa pandemi berubah jadi endemi dan dampaknya diatasi dengan baik.

Di tengah kebahagian dan keceriaan silaturahmi keluarga, kerabata serta memohon maaf atas berbagai kekhilapan dan berjanji untuk berubah lebih baik. Pemkot berharap warga tidak abai dengan prokes sebab pandemi belum usai dan kedisiplinan jadi kunci pulihnya Kota Sukabumi.

Pemda dan forkopimda berupaya meminimalisir dan menekan angka penyebaran Covid sesuai arahan pusat dan provinsi. Untuk menjaga sosial masyarakat berbagai program digulirkan membantu kesulitan masyarakat terdampak pandemi.

Dalam pembangunan, di 2021 target pembangunan fisik dilakukan meskipun dalam keterbatasan. Misalnya pembangunan Lapang Merdeka, kawasan Alun-Alun agar membuat nyaman beribadah karena terintegrasi dengan masjid.



Penuntasan kawasan kumuh 138 hektare hingga tersisa 8 hektare, normalisasi beberapa ruas jalan yang jadi daya ungkit ekonomi dan telah aktivasi Pasar Pelita dan infrastruktur lainnya. Dalam bidang agama, program gerakan magrib mengaji, insentif marbot masjid, guru agama dan dukungan ulama bekerjasama dengan Baznas trus disempurnakan. '' Di 2022 doakan Kota Sukabumi agar makin baik dengan mempercantik diri sehingga menjadi kota yang dibanggakan warganya,'' kata dia.

Terakhir atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Polri, TNI dan unsur lainnya yang menciptakan kondisi aman dan kondusif khususnya selama Ramadhan. Sehingga umat islam menjajalankan ibadha dengan khusyu. Ke depan mari bersemangat menjadi pribadi terpuji, bertakwa dan bersyukur atas yang Allah tetapkan.


Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam khutbah shalat Idul Fitri menyampaikan, surga itu memiliki banyak pintu tapi tertutup dan terkunci dan terbuka bagi mereka yang memiliki kunci bagi sehingga dapat memasukinya. Macam-macam kunci surga yang harus mencari dam memilikinga agar mudah menggunakannya di akhirat kelak.

Kunci pertama kalimat tauhid “La Ilaha Illallah” jadi kunci surga. Bila seseorang mengucapkan kalimat tersebut terjadi perubahan besar pada dirinya. Para ulama menjelaskan ucapan itu berdampak besar tidak hanya cukup mengucapkan tapi harus memahami kalinat mengetahui, mengetahui tuntutan resiko dari ucapan, mengamalkan tuntutan dari kalimat tersebut.

Jika ketiganya dijalankan memiliki satu kunci surga pertama dan utama. Pelajarilah “La Ilaha Illallah” makna dan artinya dan hidup berdasar pada kalimat itu. Kunci surga kedua mendirikan shalat kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah bersuci.

Perhatikanlah shalat dan laksanakan sholat dan bimbing istri, anak dan rakyat melaksanakannya kkarena salah satu kunci kebahagian dan kunci ridho pembuka pintu langit. Kunci ketiga, mencintai dan menyayangi, mengasihi orang lemah. Setiap sesuatu ada kuncinya dan kunci surga yang mencintai orang fakir dan lemah.

Kunci surga keempat menyambungkan silaturahmi dan sambungkan silaturahmu ukhuwah, perbaikilah ukhuwah Islamiah, silaturahmi antara sesama warga bangsa dan sambungkan silaturahmi antara sesama manusia. InsyaAllah akan masuk surga dengan persaudaraan.

Kunci kelima menyampaikan amanah. Di mana umur kecerdasan, kekayaan, dan jabatan merupakan amanah harus ditunaikan dan sebaik-baiknya amanah utama dan pertama amanah agama.

'' Sesungguhnya, kewajiban agama yang ditunaikan terhadap agama ada 4, pertama menerima secara total keseluruhan semua yang datang dari agama Alquran dan hadist nabi tak boleh menerima sebagian atau menolak sebagian,'' ujae Fahmi. Kedua mengamalkan mendakwah dan menyebarkan mulai dari diri kita keluarga, masyarakat dan negara. Serta kewajiban membela agama.

0 Tanggapan

Silakan kirim saran dan komentar anda