Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki melakukan olahraga bersama aparatur Pemkot Sukabumi dan masyarakat di Lapang Merdeka, Jumat (4/4/2025).
Langkah ini dalam upaya mendorong terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang sehat. Dalam momen tersebut hadir pimpinan SKPD Pemkot Sukabumi, para camat dan lurah.
'' Mengawali program Pemkot Sukabumi ini setiap hari Jumat olahraga, bukan hanya di SKPD tapi kecamatan, kelurahan, RW dan RT,'' ujar Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki. Jadi aksi ini untuk mewujudkan Kota Sukabumi sehat.
Setelah olahraga kata Ayep Zaki, ada aksi Jum'at bersih. Karena kebersihan menjadi tanggung jawab semua dan tidak boleh ada lagi warga dan pedagang yang membuang sampah sembarangan.
Di bulan April pun, Ayep Zaki sebagai wali kota akan mengassement untuk seluruh pelaku usaha baik di lapak maupun pedagang kali lima dan pedagang di kota termasuk jajanan di sekolah. Di mana, seluruhnya harus memiliki NIB atau izin dan setelah mempunyai izin harus memberikan retribusi atau infaq sesuai dengan kemampuan dari para pedagang itu lapak sendiri.
Sehingga tarifnya bervariasi dan tidak ada tarif khusus sesuai dengan kapasitas kemampuannya. Yang tidak mampu misalnya ungkap Ayep Zaki membayar sehari Rp 500. Sementara ya g mampu bisa saja Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.
Setelah ada izin lanjut Ayep Zaki, mereka berhak melakukan kegiatan atau beroperasi dan yang tidak punya izin tidak diperbolehkan. Sehingga akan mengatur supaya teratur dan tertib.
'' Uangnya untuk kepentingan pembangunan dan semua kebutuhan semua pedagang misalkan untuk pembinaan,'' jelas Ayep Zaki. Contohnya makanan jajanan tidak boleh mengandung formalin dan zat pengawat hal ini membutuhkan anggaran.
Ayep Zaki mohon semua masyarakat mendukung program tersebut. Intinya ada pemasukan untuk pemkot. '' Intinya, Jumat bersih, Sukabumi sehat dan semua usaha tertib,'' imbuhnya.
Langkah ini dalam upaya mendorong terwujudnya masyarakat Kota Sukabumi yang sehat. Dalam momen tersebut hadir pimpinan SKPD Pemkot Sukabumi, para camat dan lurah.
'' Mengawali program Pemkot Sukabumi ini setiap hari Jumat olahraga, bukan hanya di SKPD tapi kecamatan, kelurahan, RW dan RT,'' ujar Wali Kota Sukabumi H Ayep Zaki. Jadi aksi ini untuk mewujudkan Kota Sukabumi sehat.
Setelah olahraga kata Ayep Zaki, ada aksi Jum'at bersih. Karena kebersihan menjadi tanggung jawab semua dan tidak boleh ada lagi warga dan pedagang yang membuang sampah sembarangan.
Di bulan April pun, Ayep Zaki sebagai wali kota akan mengassement untuk seluruh pelaku usaha baik di lapak maupun pedagang kali lima dan pedagang di kota termasuk jajanan di sekolah. Di mana, seluruhnya harus memiliki NIB atau izin dan setelah mempunyai izin harus memberikan retribusi atau infaq sesuai dengan kemampuan dari para pedagang itu lapak sendiri.
Sehingga tarifnya bervariasi dan tidak ada tarif khusus sesuai dengan kapasitas kemampuannya. Yang tidak mampu misalnya ungkap Ayep Zaki membayar sehari Rp 500. Sementara ya g mampu bisa saja Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.
Setelah ada izin lanjut Ayep Zaki, mereka berhak melakukan kegiatan atau beroperasi dan yang tidak punya izin tidak diperbolehkan. Sehingga akan mengatur supaya teratur dan tertib.
'' Uangnya untuk kepentingan pembangunan dan semua kebutuhan semua pedagang misalkan untuk pembinaan,'' jelas Ayep Zaki. Contohnya makanan jajanan tidak boleh mengandung formalin dan zat pengawat hal ini membutuhkan anggaran.
Ayep Zaki mohon semua masyarakat mendukung program tersebut. Intinya ada pemasukan untuk pemkot. '' Intinya, Jumat bersih, Sukabumi sehat dan semua usaha tertib,'' imbuhnya.
Pewarta : Ovie
Dokumentasi : Dede Soleh Saepul
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari