Setelah menunaikan Salat Idulfitri 1446 Hijriyah, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menggelar open house di rumah dinasnya pada Senin, 31 Maret 2025. Acara ini berlangsung di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, yang menjadi pusat kegiatan silaturahmi masyarakat dan pejabat daerah.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental di antara para tamu yang hadir. Tradisi open house ini menjadi sarana untuk saling bertemu, bermaafan, dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Dalam momen penuh berkah ini, semua pihak dapat saling berinteraksi secara lebih dekat dan informal.
Sejak pukul 08.30 WIB, rumah dinas wali kota mulai dipadati tamu dari berbagai kalangan. Wali Kota Sukabumi beserta istri, Ranty Rachmatilah, menyambut tamu satu per satu dengan senyum dan salam. Hadir pula Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama keluarganya, yang turut serta dalam kegiatan silaturahmi ini.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh masyarakat juga ikut meramaikan acara. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu langsung dengan pemimpin mereka.
Open house ini merupakan tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi setiap Hari Raya Idulfitri. Bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pemerintah berupaya menciptakan suasana yang harmonis antara pemimpin dan rakyatnya melalui kegiatan ini. Masyarakat dapat lebih dekat dengan pemimpinnya, menyampaikan harapan, serta berbagi cerita dalam suasana kekeluargaan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang menjadi esensi utama dari perayaan Lebaran.
Silaturahmi yang terjalin dalam acara open house ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Kedekatan antara pemimpin daerah dengan warga akan menciptakan komunikasi yang lebih baik dalam pembangunan Kota Sukabumi. Masyarakat merasa lebih diperhatikan karena pemimpinnya hadir langsung dalam kehidupan mereka.
Dengan begitu, kebijakan dan program pemerintah bisa lebih selaras dengan kebutuhan warganya. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga semakin meningkat melalui interaksi yang lebih personal ini.
Setelah open house pada hari pertama Lebaran, kegiatan silaturahmi ini berlanjut pada hari berikutnya. Pada Selasa, 1 April 2025, Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggelar halal bihalal yang dihadiri oleh pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Kehadiran para camat menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan acara ini.
Selain sebagai ajang silaturahmi, open house ini juga menjadi bentuk transparansi dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Dengan menerima kunjungan berbagai elemen masyarakat, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk selalu dekat dengan rakyat. Acara ini mencerminkan kepemimpinan yang peduli dan mendengarkan aspirasi warganya.
Hal ini sejalan dengan prinsip pemerintahan yang inklusif, di mana masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Keakraban yang terjalin di open house ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
Semua tamu yang hadir memiliki kesempatan untuk berbincang langsung dengan wali kota dan wakil wali kota. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa Idulfitri adalah momen yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada batasan antara pemimpin dan rakyat, karena semua berkumpul dalam suasana kekeluargaan.
Kegiatan open house merupakan sarana bagi pemerintah untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat. Dalam suasana yang santai, warga lebih mudah menerima informasi dan kebijakan terbaru dari pemerintah.
Dialog informal antara warga dan pejabat memungkinkan pertukaran ide dan masukan yang konstruktif. Pemerintah dapat lebih memahami persoalan di masyarakat secara langsung tanpa sekat birokrasi. Hal ini menjadi salah satu manfaat utama dari tradisi open house yang terus dipertahankan.
Open house, dalam tradisi kita yang sudah mengakar sejak dulu sering disebut dengan halalbihalal. Melalui pertemuan yang hangat dan terbuka, pemerintah dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini memungkinkan adanya solusi yang lebih tepat dan efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota.
Pemerintah dan masyarakat saling berbagi pandangan mengenai arah pembangunan Kota Sukabumi ke depan. Dengan interaksi yang erat ini, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara pemimpin dan warganya.
Dengan kegiatan halalbihalal, Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mempererat kebersamaan dengan masyarakat. Tradisi open house dan halalbihalal merupakan simbol keterbukaan pemerintah.
Dan ini menjadi pengingat bahwa pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang dekat dengan rakyatnya. Semangat Idulfitri yang penuh kebahagiaan semakin memperkokoh persatuan di Kota Sukabumi. Momen ini menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai kebersamaan dapat terus dipelihara untuk kehidupan yang lebih harmonis di masa mendatang.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental di antara para tamu yang hadir. Tradisi open house ini menjadi sarana untuk saling bertemu, bermaafan, dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat. Dalam momen penuh berkah ini, semua pihak dapat saling berinteraksi secara lebih dekat dan informal.
Sejak pukul 08.30 WIB, rumah dinas wali kota mulai dipadati tamu dari berbagai kalangan. Wali Kota Sukabumi beserta istri, Ranty Rachmatilah, menyambut tamu satu per satu dengan senyum dan salam. Hadir pula Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, bersama keluarganya, yang turut serta dalam kegiatan silaturahmi ini.
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tokoh masyarakat juga ikut meramaikan acara. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu langsung dengan pemimpin mereka.
Open house ini merupakan tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Sukabumi setiap Hari Raya Idulfitri. Bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Pemerintah berupaya menciptakan suasana yang harmonis antara pemimpin dan rakyatnya melalui kegiatan ini. Masyarakat dapat lebih dekat dengan pemimpinnya, menyampaikan harapan, serta berbagi cerita dalam suasana kekeluargaan. Nilai-nilai kebersamaan inilah yang menjadi esensi utama dari perayaan Lebaran.
Silaturahmi yang terjalin dalam acara open house ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Kedekatan antara pemimpin daerah dengan warga akan menciptakan komunikasi yang lebih baik dalam pembangunan Kota Sukabumi. Masyarakat merasa lebih diperhatikan karena pemimpinnya hadir langsung dalam kehidupan mereka.
Dengan begitu, kebijakan dan program pemerintah bisa lebih selaras dengan kebutuhan warganya. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga semakin meningkat melalui interaksi yang lebih personal ini.
Setelah open house pada hari pertama Lebaran, kegiatan silaturahmi ini berlanjut pada hari berikutnya. Pada Selasa, 1 April 2025, Pemerintah Kota Sukabumi kembali menggelar halal bihalal yang dihadiri oleh pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Kehadiran para camat menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan acara ini.
Selain sebagai ajang silaturahmi, open house ini juga menjadi bentuk transparansi dan keterbukaan pemerintah kepada masyarakat. Dengan menerima kunjungan berbagai elemen masyarakat, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk selalu dekat dengan rakyat. Acara ini mencerminkan kepemimpinan yang peduli dan mendengarkan aspirasi warganya.
Hal ini sejalan dengan prinsip pemerintahan yang inklusif, di mana masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Keakraban yang terjalin di open house ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat.
Semua tamu yang hadir memiliki kesempatan untuk berbincang langsung dengan wali kota dan wakil wali kota. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa Idulfitri adalah momen yang menyatukan semua kalangan. Tidak ada batasan antara pemimpin dan rakyat, karena semua berkumpul dalam suasana kekeluargaan.
Kegiatan open house merupakan sarana bagi pemerintah untuk menyampaikan pesan-pesan penting kepada masyarakat. Dalam suasana yang santai, warga lebih mudah menerima informasi dan kebijakan terbaru dari pemerintah.
Dialog informal antara warga dan pejabat memungkinkan pertukaran ide dan masukan yang konstruktif. Pemerintah dapat lebih memahami persoalan di masyarakat secara langsung tanpa sekat birokrasi. Hal ini menjadi salah satu manfaat utama dari tradisi open house yang terus dipertahankan.
Open house, dalam tradisi kita yang sudah mengakar sejak dulu sering disebut dengan halalbihalal. Melalui pertemuan yang hangat dan terbuka, pemerintah dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat. Hal ini memungkinkan adanya solusi yang lebih tepat dan efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kota.
Pemerintah dan masyarakat saling berbagi pandangan mengenai arah pembangunan Kota Sukabumi ke depan. Dengan interaksi yang erat ini, diharapkan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara pemimpin dan warganya.
Dengan kegiatan halalbihalal, Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam mempererat kebersamaan dengan masyarakat. Tradisi open house dan halalbihalal merupakan simbol keterbukaan pemerintah.
Dan ini menjadi pengingat bahwa pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang dekat dengan rakyatnya. Semangat Idulfitri yang penuh kebahagiaan semakin memperkokoh persatuan di Kota Sukabumi. Momen ini menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai kebersamaan dapat terus dipelihara untuk kehidupan yang lebih harmonis di masa mendatang.
Pewarta : Kang Warsa - Ovie
Dokumentasi : Dede Soleh Saepul
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari