Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Nuur Camp ke-3 yang digelar di Grand Yustik Selabintana, Sabtu (17/1/2025).
Menurut Bobby, program ini merupakan bentuk apresiasi nyata kepada para santri yatim dan penghafal Al-Qur’an yang selama ini tekun menempuh jalan ilmu dan ibadah.
Melalui kegiatan perkemahan, para santri tidak hanya diberi perhatian, tetapi juga ruang untuk tumbuh, berbahagia, dan memperkuat mental serta spiritualitas.
“Kegiatan ini sangat mengapresiasi para santri yatim dan penghafal Al-Qur’an. Mereka diapresiasi, kemudian dibuatkan kemah dengan rangkaian kegiatan seperti tafakkur, membaca Al-Qur’an, dan aktivitas positif lainnya,” ujar Bobby Maulana.
Ia menyebutkan bahwa pada pelaksanaan Nuur Camp ke-3 ini, sebanyak 65 santri ikut terlibat. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah pada kegiatan-kegiatan selanjutnya seiring meningkatnya partisipasi dan kepedulian masyarakat Sukabumi.
Bobby Maulana juga mengapresiasi antusiasme para donatur yang dinilai cukup baik dalam mendukung Gerakan Infaq Beras Sukabumi Raya. Dukungan tersebut menjadi kekuatan utama agar program sosial ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat yang lebih luas.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap anak-anak yatim agar mereka tidak merasa berkecil hati.
Menurutnya, sentuhan kepedulian dari masyarakat dapat menjadi sumber kebahagiaan dan motivasi bagi para santri untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
“Semoga anak-anak yatim tidak berkecil hati. Dengan adanya perhatian dari kita, itu menjadi hal yang membahagiakan bagi mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan,” tambahnya.
Nuur Camp ke-3 Gerakan Infaq Beras Sukabumi Raya sendiri menjadi wadah nyata bagi masyarakat untuk menunjukkan kepedulian sosial, khususnya kepada santri yatim dan penghafal Al-Qur’an.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai acara seremonial, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter.
Melalui konsep perkemahan, para santri diajak untuk belajar hidup mandiri, berinteraksi sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Aktivitas di alam terbuka juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri para peserta.
Selain itu, rangkaian kegiatan tafakkur dan membaca Al-Qur’an menjadi inti dari Nuur Camp. Aktivitas ini diharapkan mampu memperdalam spiritualitas santri sekaligus menumbuhkan kecintaan yang lebih kuat terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat Kota Sukabumi yang agamis. Para santri didorong untuk tetap konsisten dalam menghafal Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta menanamkan nilai akhlakul karimah sejak dini.
Gerakan Infaq Beras Sukabumi Raya juga dinilai berhasil menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Partisipasi para donatur menjadi bukti bahwa solidaritas sosial masih tumbuh kuat dan menjadi modal penting dalam membangun kepedulian bersama.
Melalui gerakan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk berbagi secara materi, tetapi juga membangun empati dan rasa tanggung jawab sosial terhadap sesama, khususnya generasi muda yang membutuhkan dukungan.
Pemerintah Kota Sukabumi memandang kegiatan seperti Nuur Camp sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan sosial dan spiritual masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Ke depan, diharapkan Nuur Camp dan Gerakan Infaq Beras Sukabumi Raya dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak santri, serta melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dalam aksi-aksi kebaikan.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dipupuk, Nuur Camp akan mewujud menjadi komitmen bersama dalam membangun Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.
Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Fadhil
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda