Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Campaign Lingkungan Restoe Boemi, Rabu (4/3/2026), bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Restoeboemi Kia Florita, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi A. Ika Iskandar, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi Yelly, Kasi Pemberdayaan Pemuda Disporapar Kota Sukabumi Ani Sumarni, narasumber dari Bank Sampah Sammi, Himpunan Mahasiswa Agribisnis UMMI, para pengawas SD dan SMP, serta kepala sekolah dasar dan menengah pertama negeri maupun swasta se-Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara instan. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah membutuhkan perubahan budaya dan pola pikir masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan bahwa negara-negara maju pun memerlukan waktu puluhan tahun untuk membiasakan masyarakat memilah sampah.
“Teknologi pengolahan sampah tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk berperan aktif menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik kepada peserta didik sebagai bagian dari pendidikan karakter dan literasi lingkungan.
Wakil Wali Kota juga menyoroti kondisi Kota Sukabumi yang memiliki keterbatasan anggaran dan lahan dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut adanya kolaborasi lintas sektor serta semangat gotong royong dari seluruh pihak, baik pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, maupun masyarakat luas.
Ia berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi gerakan bersama yang konsisten di lingkungan sekolah.
Dengan keterlibatan aktif para kepala sekolah, guru, dan peserta didik, budaya pilah sampah diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis dapat membangun generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mendukung terwujudnya Kota Sukabumi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
| Pewarta | : Esty |
| Dokumentasi | : Dede Soleh Puasa |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda