Wali Kota Tinjau Pembangunan Rutilahu, Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Program BSPS

Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang dibiayai melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Limusnunggal dan Baros, Jumat (31/7) pagi.

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sony Hermanto beserta jajaran, unsur kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai sasaran.

Di sela peninjauan, H. Ayep Zaki menegaskan bahwa bantuan Rutilahu merupakan hasil ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Saya langsung meninjau pembangunan Rutilahu dari program BSPS. Kota Sukabumi memperoleh bantuan yang cukup besar. Kita harus bersyukur karena ini merupakan ikhtiar bersama antara pemerintah, perangkat kelurahan, kecamatan, dan masyarakat," ujarnya.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah mendukung kepemimpinan yang jujur, adil, dan amanah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Program BSPS memberikan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta untuk setiap unit rumah. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembelian bahan bangunan dan pembayaran upah tukang sehingga masyarakat dapat memperbaiki kondisi rumah secara swadaya.

Bantuan difokuskan pada perbaikan bagian utama rumah, seperti atap, lantai, dan dinding agar memenuhi standar keselamatan serta kesehatan.

Pemerintah Kota Sukabumi mencatat sebanyak 1.025 rumah menjadi sasaran penanganan Rutilahu. Selain itu, terdapat tambahan bantuan untuk 33 unit rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta 88 unit rumah melalui dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Kolaborasi tersebut memperluas cakupan penerima manfaat sehingga lebih banyak warga dapat menikmati hunian yang layak.

Wali Kota menuturkan, penanganan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari agenda besar pembangunan Kota Sukabumi.

Perbaikan kualitas tempat tinggal dipandang memiliki hubungan erat dengan upaya pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, serta percepatan penanganan stunting.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan infrastruktur Kota Sukabumi dapat terselesaikan secara bertahap dalam satu dekade ke depan.

Perbaikan permukiman menjadi salah satu fondasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Agus R

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline