Peresmian yang berlangsung di Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, Jalan Bhayangkara Nomor 166, Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian sejarah bangsa sekaligus penguatan peran cagar budaya sebagai ruang edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Sukabumi beserta jajaran, unsur Kementerian Kebudayaan, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, M.Hum., jajaran Setukpa Lemdiklat Polri, unsur Forkopimda, DPRD Kota Sukabumi, keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, sastrawan Taufiq Ismail, tokoh masyarakat, kurator, seniman, serta para tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Wali Kota Sukabumi, dilanjutkan sambutan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi tentang Sutan Sjahrir karya sastrawan Taufiq Ismail.
Sejarah dan Budaya Menjadi Potensi Penting Kota Sukabumi
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya revitalisasi dan peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Kota Sukabumi. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Sukabumi, Wali Kota mengaku mengetahui berbagai potensi yang dimiliki kota tersebut, termasuk kekayaan sejarah, seni, dan budaya yang belum seluruhnya dikenal secara luas.
Kota Sukabumi, menurutnya, memiliki banyak jejak sejarah yang perlu terus diangkat dan diperkenalkan kepada masyarakat. Berbagai bangunan dan tempat bersejarah, museum, serta keberagaman budaya yang dimiliki Sukabumi merupakan potensi yang dapat memperkuat identitas kota.
“Ini menjadi sejarah penting bagi Kota Sukabumi. Saya lahir dan besar di Sukabumi, sehingga saya mengetahui betul bahwa kota ini memiliki banyak potensi sejarah, seni, dan budaya yang perlu terus kita angkat,” ujarnya.
Wali Kota menyampaikan bahwa pengembangan sejarah dan kebudayaan menjadi salah satu peluang penting bagi Kota Sukabumi. Terlebih, Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam yang besar sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, potensi sejarah, budaya, dan pariwisata perlu terus dikembangkan agar mampu menghadirkan daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk Sukabumi City Tour, mendapatkan minat yang cukup baik dari masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa sejarah Kota Sukabumi memiliki daya tarik dan potensi untuk terus dikembangkan.
Pengembangan museum dan cagar budaya, lanjut Wali Kota, tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga identitas kota. Lebih dari itu, keberadaannya juga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas pariwisata.
“Bagaimana Sukabumi bisa menjadi kota yang dikunjungi? Walaupun kita tidak memiliki sumber daya alam yang besar, kita memiliki sejarah, seni, budaya, dan berbagai potensi yang bisa terus dikembangkan,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Sukabumi pun terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas daerah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
Wali Kota berharap sektor kebudayaan dan pariwisata dapat menjadi salah satu kekuatan baru bagi Kota Sukabumi. Melalui pengembangan berbagai aset dan kawasan bersejarah, Sukabumi diharapkan dapat semakin dikenal sebagai kota yang memiliki cerita dan perjalanan sejarah yang menarik.
Ia juga berharap dukungan dan kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kebudayaan, dapat terus diperkuat.
Menurutnya, pertemuan dan kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk membangun perhatian bersama terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan di Kota Sukabumi.
Ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi juga berharap semakin banyak bangunan dan kawasan bersejarah yang dapat diaktivasi dan dikembangkan. Tidak hanya sebagai bangunan yang dilestarikan, tetapi menjadi ruang yang hidup, memiliki aktivitas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rumah Pengasingan Tonggak Penting Sejarah Bangsa
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas terlaksananya revitalisasi dan pembukaan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan serta memohon maaf atas keterlambatannya tiba di lokasi karena perjalanan menuju Sukabumi menghadapi kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir merupakan salah satu tempat penting dan menjadi tonggak dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir merupakan dua tokoh besar Republik Indonesia yang memiliki peran penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan. Perjalanan hidup keduanya, termasuk masa pengasingan, menjadi bagian dari sejarah bangsa yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
“Rumah pengasingan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tempat ini menjadi saksi perjalanan dan dinamika sejarah yang penting dalam perjalanan menuju kemerdekaan,” ujarnya.
Fadli Zon menjelaskan bahwa berbagai peristiwa yang terjadi di tempat tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang berlangsung pada masa sebelum kemerdekaan.
Saat itu terjadi perubahan politik yang sangat dinamis, termasuk masa peralihan kekuasaan dari pemerintahan kolonial Belanda menuju pendudukan Jepang. Dalam berbagai dinamika tersebut, para tokoh bangsa terus memikirkan dan memperjuangkan masa depan Indonesia.
Menurut Fadli Zon, masih terdapat berbagai bagian sejarah yang perlu terus ditelusuri dan dilengkapi.
Ia menggambarkan sejarah bangsa Indonesia sebagai sebuah puzzle yang belum seluruhnya tersusun secara lengkap. Karena itu, penelitian, dokumentasi, dan penguatan narasi sejarah harus terus dilakukan.
Rumah bersejarah tersebut, lanjutnya, bukan sekadar bangunan, melainkan saksi dari berbagai peristiwa penting dalam perjalanan bangsa.
Potensi tersebut harus terus dikembangkan agar keberadaan museum dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Fadli Zon berharap museum dapat menjadi pusat kegiatan kebudayaan sekaligus ruang edukasi sejarah. Selain itu, keberadaan museum juga dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya dengan memugar dan menjaga bangunan secara fisik. Bangunan bersejarah harus dihidupkan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.
“Peresmian hari ini bukan hanya memugar bangunan. Kita berharap tempat ini menjadi bagian yang hidup di tengah masyarakat, terutama untuk menghadirkan nilai dan keteladanan dari para pendahulu kita,” ungkapnya.
Keberadaan museum, lanjut Menteri Kebudayaan, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat nilai keteladanan dari para tokoh pendahulu.
Museum juga diharapkan dapat berfungsi sebagai ruang pembelajaran, pusat kegiatan kebudayaan, serta pengembangan pengetahuan sejarah bagi generasi mendatang.
Ia berharap keberadaan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat terus diaktivasi melalui berbagai kegiatan sehingga menjadi ruang yang menarik bagi masyarakat.
Dengan semakin banyaknya aktivitas, museum diharapkan dapat menarik masyarakat dan wisatawan untuk datang, mengenal, serta memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Fadli Zon juga mengapresiasi kemitraan, gotong royong, dan sinergi yang terjalin antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kota Sukabumi, Setukpa Lemdiklat Polri, keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses revitalisasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
Revitalisasi Menghidupkan Ruang Sejarah
Revitalisasi Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir menjadi bagian dari upaya pelestarian bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Pekerjaan revitalisasi yang dilaksanakan pada tahun 2026 tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup penataan arsitektur, interior, serta kurasi museum.
Penataan museum turut dilengkapi dengan penyusunan lini masa yang menggambarkan perjalanan sejarah pada masa sebelum dan setelah kemerdekaan, termasuk perjalanan hidup serta perjuangan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Melalui revitalisasi tersebut, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan dan mengenang masa lalu, tetapi dapat menjadi ruang edukasi sejarah yang hidup dan dekat dengan masyarakat.
Ke depan, keberadaan bangunan tersebut juga diharapkan dapat semakin diperkuat dalam upaya pelestarian cagar budaya serta memiliki peran yang semakin besar dalam memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa.
Penandatanganan Prasasti dan Peninjauan Museum
Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai penanda diresmikannya Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir.
Peresmian tersebut menjadi simbol dibukanya kembali museum sebagai ruang pelestarian, edukasi, dan pembelajaran sejarah bagi masyarakat.
Setelah prosesi peresmian, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia bersama Wali Kota Sukabumi dan para tamu undangan melakukan peninjauan ke dalam museum.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung hasil revitalisasi bangunan serta penataan ruang dan materi sejarah yang telah dikurasi.
Berbagai narasi dan lini masa sejarah dihadirkan untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir serta dinamika perjuangan bangsa Indonesia pada masa sebelum dan setelah kemerdekaan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Gedung Juang Sumantri Sakimi di lingkungan Setukpa Lemdiklat Polri.
Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir diharapkan menjadi langkah penting dalam menghadirkan sejarah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Sukabumi.
Tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu, museum tersebut diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat edukasi sejarah, kegiatan kebudayaan, serta salah satu daya tarik wisata sejarah di Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |






Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda