Abu Vulkanik Anak Krakatau Berdampak ke Kota Sukabumi, Pemkot Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) berdampak terhadap kualitas udara di Kota Sukabumi. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin dapat menurunkan jarak pandang serta meningkatkan paparan partikulat di udara.

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil sejumlah langkah penyesuaian di sektor pendidikan sebagai respons terhadap kondisi tersebut. Kebijakan ini diberlakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan.

Adapun kebijakan yang ditetapkan meliputi:

  1. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 7 September 2026 sambil memantau perkembangan kondisi udara.
  2. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa dengan menggunakan masker serta menerapkan protokol kesehatan lainnya.
  3. Kebijakan PJJ telah disampaikan kepada satuan pendidikan melalui Surat Nomor 400.3.3.7/2927/DISDIKBUD/2026.
  4. Terkait kebijakan pembelajaran jenjang SMA/SMK, Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan koordinasi dengan KCD Wilayah V. Penyesuaian kebijakan pada jenjang tersebut disampaikan melalui kepala sekolah masing-masing sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  5. Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dikoordinasikan antara satuan pendidikan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masing-masing.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi juga mengingatkan tenaga pendidik dan kependidikan untuk tetap memperhatikan kondisi udara serta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Penyesuaian kegiatan pendidikan akan terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kondisi udara dan koordinasi bersama pihak terkait.

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline