Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda Generasi Berencana Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, serta diikuti oleh para anggota Forum Anak dan Forum GenRe.
Acara diawali dengan sesi perkenalan diri dari masing-masing peserta sebagai bentuk seleksi dan kesiapan dalam mewakili Kota Sukabumi ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ranty Rachmatilah mengangkat tema “Generasi Berencana, Masa Depan Terjaga”. Ia menyampaikan bahwa setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda, namun masa depan tetap memberikan kesempatan bagi siapa pun yang mau berusaha. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan tantangan untuk terus berkembang.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan memegang peranan penting sebagai kunci perubahan. “Pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah segalanya, mulai dari pola pikir, cara memandang kehidupan, hingga menentukan masa depan,” ujarnya.
Transformasi diri menjadi poin penting yang disampaikan, mulai dari pola pikir “tidak bisa” menjadi “akan mencoba”, hingga “tidak mampu” menjadi “akan berusaha”.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula kutipan inspiratif, “Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan”, sebagai motivasi bagi para peserta untuk berani bermimpi dan berjuang.
Selain itu, peran Duta GenRe juga ditekankan sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan serta menginspirasi teman sebaya dalam menjalani kehidupan yang lebih terencana.
Kegiatan ini juga membahas realita di Indonesia terkait tingginya angka pernikahan anak. Beberapa faktor penyebab di antaranya adalah kehamilan yang tidak direncanakan, tekanan ekonomi, serta pengaruh lingkungan.
Risiko dari pernikahan dini pun dipaparkan, mulai dari dampak terhadap pendidikan, kesehatan, hingga kondisi ekonomi di masa depan.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga. Kurangnya komunikasi serta keterbatasan edukasi menjadi salah satu penyebab masih terjadinya pernikahan anak di masyarakat.
Oleh karena itu, keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pertama dalam memberikan pemahaman dan perlindungan bagi anak.
Dalam kegiatan ini juga dijelaskan peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam mendukung program Kota Layak Anak (KLA), khususnya dalam pemenuhan hak identitas anak serta perlindungan administrasi kependudukan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi generasi yang berencana, berdaya, serta mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan perkawinan anak di Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Kennyata |
| Dokumentasi | : Iqbal |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda