Dalam kegiatan tersebut, Kia Florita memberikan materi tentang sebab dan akibat terjadinya banjir. Ia menjelaskan bahwa sampah plastik yang dibuang ke selokan menjadi penyebab utama saluran air tersumbat.
Akibatnya, saat hujan deras air meluap dan menyebabkan banjir yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
Sebagai solusi, para siswa diajak praktik langsung memilah sampah organik dan anorganik agar mudah diolah.
Anak-anak juga dikenalkan fungsi lubang resapan biopori untuk membantu air hujan cepat meresap ke tanah, serta diajarkan menabung sampah plastik ke Bank Sampah agar sampah bernilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan.
“Kalau kita buang sampah sembarangan, airnya tidak bisa mengalir dan rumah bisa kebanjiran. Makanya sampah harus dipilah dan ditabung sejak kecil,” pesan Kia Florita.
Siswa TK Sejahtera II antusias mengikuti simulasi banjir mini dan demo biopori. Kegiatan ini menjadi langkah Restoe Boemi menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini demi Sukabumi bersih dan bebas banjir.
| Pewarta | : Zauhara |
| Dokumentasi | : Indah |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |


Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda