Membangun UMKM Kota Sukabumi Berdaya Saing melalui Pelestarian Budaya Lokal



Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, menegaskan komitmen Dekranasda dalam mendorong UMKM dan para perajin lokal agar mampu naik kelas tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama Kompas TV pada program Jurnal Nusantara yang mengangkat tema “Mendorong UMKM Sukabumi Naik Kelas Berbasis Budaya Lokal” Senin (22/06/2026).

Menurut Ranty, Gerai Dekranasda Kota Sukabumi berperan sebagai penghubung antara perajin dan konsumen sekaligus menjadi ruang bertumbuh bagi para pelaku usaha kriya.

Melalui pendekatan manajemen 5M, yakni Man, Material, Method, Market, dan Money, Dekranasda berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjaga kualitas bahan baku, mendorong inovasi dan digitalisasi, memperluas akses pasar, serta membuka peluang pembiayaan dan dukungan usaha bagi para perajin.

Dalam mendorong inovasi produk, Dekranasda mengedepankan prinsip bahwa budaya merupakan akar yang harus tetap dijaga. Inovasi dilakukan dengan menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi pengembangan motif, desain, dan produk.

Pengembangan tersebut berlandaskan konsep 5C, yaitu Cerita, Cita, Cipta, Cinta, dan Cuan, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai ekonomi.

Ranty menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga keberlanjutan usaha yang didukung oleh kesinambungan permintaan pasar.

Untuk itu, Dekranasda membangun ekosistem kolaboratif dari hulu hingga hilir yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Diskumindag melalui Gerakan Apresiasi Produk Lokal (GASPOL RAPAT), penyediaan souvenir resmi pemerintah dari produk UMKM lokal, serta fasilitasi keikutsertaan perajin dalam berbagai pameran daerah maupun nasional.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi para perajin, mulai dari standarisasi kualitas produk, keterbatasan akses pemasaran, hingga regenerasi pelaku usaha.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dekranasda melakukan kurasi produk secara berkala, memperluas promosi melalui berbagai pameran dan platform digital, serta mendorong keterlibatan generasi muda melalui pelatihan digital, workshop edukasi, lomba kreatif, hingga kolaborasi dengan desainer muda dan komunitas.

Selain sebagai pusat promosi, Gerai Dekranasda juga difungsikan sebagai ruang kurasi dan edukasi. Setiap produk yang dipasarkan melalui proses seleksi guna memastikan kualitas bahan, desain, kemasan, hingga identitas yang mencerminkan karakter Kota Sukabumi.

Para pelaku usaha juga diberikan pendampingan terkait branding, legalitas usaha, sertifikasi produk, dan pemasaran digital. Ke depan, Dekranasda menargetkan lahirnya UMKM dan perajin yang adaptif, inovatif, mandiri, serta mampu membangun merek sendiri dan menembus pasar nasional hingga internasional.

Selain itu, Dekranasda juga ingin mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap budaya lokal serta aktif melestarikan dan memodernisasikannya.

“Budaya Indonesia adalah akar pohon kehidupan masyarakatnya. Kita boleh bertumbuh dan berkembang mengikuti zaman, tetapi harus tetap berpijak pada akar budaya yang melahirkan karya-karya unggul. Dekranasda hadir sebagai fasilitator yang menghubungkan pelestarian budaya, modernisasi bisnis, dan pemberdayaan ekonomi. Kami percaya, ketika UMKM naik kelas, ekonomi daerah akan semakin kuat, masyarakat semakin sejahtera, dan identitas budaya lokal akan semakin lestari,” pungkas Ranty Rachmatillah.

Pewarta : Agung
Dokumentasi : Iqbal

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline