Wakil Wali Kota: Pesantren Harus Menjadi Benteng Karakter di Tengah Perubahan Zaman

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Haul ke-33 dan Haflah Akhirussanah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assobariyyah Kota Sukabumi sekaligus Tasyakur Kelulusan dan Kenaikan Kelas peserta didik jenjang PAUD, TPQ, MI, MTs, MA, MJM, dan MPHM, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan keluarga besar YPI Assobariyyah tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Assobariyyah KH. Ahmad Nawawi Sadili, Ketua MUI Jawa Barat sekaligus penceramah Dr. KH. Aang Abdullah Zain, Habib Ahmad bin Muhammad Alkaff, Komisi Fatwa MUI KH. Asep Rohmatullah, Kabag Kesra Setda Kota Sukabumi Herman Permana, Camat Cibeureum Yanwar Ridwan, para dewan guru, pengurus yayasan, santriwan dan santriwati, serta para wali santri.

Haul ke-33 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan, keteladanan, dan dedikasi para pendiri serta tokoh-tokoh yang telah membangun dan mengembangkan Yayasan Pendidikan Islam Assobariyyah. Sementara Haflah Akhirussanah dan Tasyakur Kelulusan menjadi wujud rasa syukur atas capaian para peserta didik yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Sukabumi mengajak seluruh hadirin untuk memaknai pertemuan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kebudayaan, dan kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, peran pesantren saat ini semakin penting karena masyarakat sedang menghadapi berbagai perubahan besar yang akan memengaruhi kehidupan generasi mendatang.

“Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi benteng yang menjaga nilai-nilai keimanan, budaya, dan karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bobby Maulana menyampaikan tiga isu strategis yang perlu menjadi perhatian bersama dalam menyiapkan masa depan Sukabumi.

Pertama, perubahan peradaban yang ditandai dengan semakin berkembangnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aksesibilitas wilayah. Menurutnya, berbagai pembangunan yang sedang berlangsung akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui masuknya investasi, berkembangnya sektor usaha, dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dengan semakin terbukanya akses menuju Sukabumi, masyarakat dari berbagai daerah diproyeksikan akan lebih mudah datang untuk berwisata, berinvestasi, maupun menjalankan aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut akan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah, namun sekaligus menghadirkan tantangan sosial dan budaya yang perlu diantisipasi.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat karakter generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur yang dimiliki masyarakat Sukabumi.

“Jangan sampai derasnya arus perubahan membuat generasi muda kehilangan jati dirinya. Pesantren harus menjadi kekuatan yang menjaga identitas daerah dan menyiapkan generasi yang mampu bersaing tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Sukabumi juga terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penataan dan sertifikasi aset-aset lahan pemerintah yang diharapkan dapat membuka peluang kerja sama investasi produktif serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Isu kedua yang disampaikan adalah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, berinteraksi, hingga membentuk pola pikir masyarakat. Kemajuan teknologi dinilai memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Bobby menjelaskan bahwa saat ini informasi dapat diakses dengan sangat mudah melalui berbagai platform digital. Di satu sisi kondisi tersebut memberikan kemudahan dalam memperoleh pengetahuan, namun di sisi lain juga membuka peluang masuknya berbagai informasi yang belum tentu benar maupun sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan pesantren dalam melakukan pendampingan terhadap generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurutnya, penguatan akhlak dan pendidikan karakter harus menjadi prioritas agar kemajuan teknologi tidak mengikis nilai-nilai adab, etika, dan penghormatan terhadap orang tua maupun guru yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.

“Jangan sampai sesuatu yang salah menjadi dianggap biasa hanya karena sering dilihat atau dilakukan. Kita harus tetap berpegang pada nilai agama, budaya, dan moral sebagai pedoman kehidupan,” ungkapnya.

Adapun isu ketiga yang menjadi perhatian adalah persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Menurut Bobby, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, memanfaatkan sampah organik melalui pembuatan biopori, serta mengoptimalkan pengelolaan sampah nonorganik melalui bank sampah dan kegiatan daur ulang.

Langkah sederhana tersebut dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Maulana juga menyampaikan apresiasi terhadap program wakaf yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Menurutnya, wakaf merupakan salah satu bentuk investasi sosial dan spiritual yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk mendukung pendidikan keagamaan, pengembangan pesantren, dan kemaslahatan umat.

Melalui Haul ke-33 dan Haflah Akhirussanah YPI Assobariyyah, Pemerintah Kota Sukabumi berharap sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan perkembangan zaman.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Iqbal

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline