Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Advokasi dan Koordinasi TP Posyandu Kota Sukabumi Tahun 2026 yang digelar Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Rabu (19/8/2026), di Hotel Permata Hijau Kota Sukabumi.
Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi selaku Sekretaris TP Posyandu beserta jajaran, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Sukabumi, Koordinator enam bidang SPM tingkat kota, Ketua TP Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan, Pengurus TP PKK Kota, Ketua IKP Kecamatan, serta 14 Ketua Posyandu Percontohan 6 SPM dari tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan Tim Pembina Posyandu yang terus bekerja dengan penuh pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Peran tersebut terlihat dari berbagai pelayanan yang diberikan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, pelayanan bagi lanjut usia, hingga peningkatan kesadaran keluarga terhadap pola hidup sehat.
“Di balik anak yang tumbuh sehat, ibu hamil yang terpantau dengan baik, lansia yang mendapatkan pelayanan, dan keluarga yang semakin sadar pentingnya hidup sehat, ada kerja keras para kader dan seluruh Tim Pembina Posyandu,” ujarnya.
Ia menegaskan, Posyandu saat ini telah mengalami transformasi. Posyandu tidak lagi hanya dipahami sebagai tempat penimbangan balita, tetapi berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal.
Perubahan tersebut membutuhkan penguatan koordinasi, kapasitas kader, serta dukungan lintas sektor agar pelayanan yang diberikan semakin menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kesehatan tetap menjadi fondasi utama pembangunan. Tidak akan lahir generasi yang cerdas tanpa anak yang sehat. Tidak akan tercipta keluarga yang sejahtera tanpa masyarakat yang sehat,” tegasnya.
Transformasi Posyandu juga menempatkan kolaborasi sebagai unsur penting dalam pelaksanaan pelayanan. Perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Puskesmas, kader, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling berkaitan.
Koordinasi yang baik menjadi dasar agar berbagai program pelayanan dapat berjalan secara terpadu dan tidak berlangsung secara parsial.
“Keberhasilan Posyandu adalah keberhasilan kita semua. Ketika semua pihak bergerak dalam satu tujuan, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi,” tambahnya.
Pertemuan advokasi dan koordinasi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara unsur pembina dan pelaksana Posyandu di berbagai tingkatan.
Kehadiran 14 Posyandu Percontohan 6 SPM dari tujuh kecamatan juga menjadi bagian dari upaya melihat sekaligus memperkuat praktik pelayanan Posyandu yang dapat dikembangkan di wilayah lainnya.
Selain aspek koordinasi, penguatan semangat pengabdian kader menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kader merupakan salah satu unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga keberadaan dan konsistensi mereka menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pelayanan di tingkat paling dekat dengan keluarga.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat pengabdian dan menjadikan setiap kegiatan pelayanan sebagai bagian dari investasi sosial bagi masa depan daerah.
“Setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi investasi besar bagi masa depan kota kita. Mari kita bangun Posyandu yang aktif, inovatif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era sekarang,” pungkasnya.
Melalui pertemuan tersebut, Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih nyata, terarah, dan berdampak.
Penguatan Posyandu berbasis enam bidang SPM menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Kota Sukabumi yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus menyiapkan generasi emas Indonesia.
| Pewarta | : Zauharah |
| Dokumentasi | : Iqbal |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda