Langkah strategis tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dalam serangkaian agenda kerja di Kecamatan Lembursitu, Jumat (21/8/2026).
Lima Sektor Prioritas dan Kesadaran Hukum
Dalam pengarahan strategis di Aula Kantor Kelurahan Lembursitu yang dihadiri jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur Kejaksaan, H. Ayep Zaki menekankan pentingnya transparansi serta kepatuhan regulasi di tubuh pemerintah daerah.
Sinergi dengan lembaga penegak hukum diposisikan sebagai pilar utama untuk mengawal lima sektor prioritas daerah.
Sektor prioritas tersebut meliputi optimalisasi pendapatan daerah melalui penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan PBB-P2, perlindungan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap hulu, pemanfaatan gerakan zakat melalui BAZNAS sebagai jaring pengaman sosial, kelestarian lingkungan hidup, serta keteladanan kepemimpinan dan penegakan hukum yang berkeadilan.
"Hukum harus disosialisasikan kepada semua pihak, tetapi keteladanan harus dimulai dari kepalanya dulu—dari Wali Kotanya yang terlebih dahulu sadar hukum," ujarnya.
Kehadiran jajaran Kejaksaan dalam agenda tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan literasi hukum dan transparansi bagi aparatur di tingkat kewilayahan.
Wali Kota menegaskan bahwa komitmen terhadap nilai kejujuran dan integritas aparatur merupakan syarat mutlak mewujudkan tata kelola daerah yang bersih demi kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi
Pada hari yang sama, penguatan aspek lingkungan hidup direalisasikan melalui Bimbingan Teknis Pengelolaan Sampah di Aula Kelurahan Cikundul.
Kegiatan bertajuk "Gerakan Merawat Bumi: Kolaborasi Masyarakat dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Bebas Sampah" ini turut dihadiri oleh Ketua Restoe Bumi, Kia Florita.
Wali Kota menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan sampah dari tingkat hulu, yakni lingkungan rumah tangga dan rukun warga (RW).
Penanganan kebersihan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada petugas lapangan, melainkan membutuhkan integrasi peran warga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik serta optimalisasi bank sampah di setiap RW.
Melalui bimbingan teknis tersebut, Kelurahan Cikundul diproyeksikan menjadi kawasan percontohan (pilot project) kelurahan mandiri sampah di Kota Sukabumi yang mengandalkan kesadaran kolektif warganya.
| Pewarta | : Esty |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda