Ketua TP-PKK Kota Sukabumi Dorong Ketahanan Pangan dan Penguatan Dasawisma di Lembursitu

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah mendorong kader PKK dan Dasawisma mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar rumah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Ranty saat memberikan arahan dalam Sosialisasi “Aku Hatinya PKK” (Amalkan dan Terapkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) dan Penguatan Dasawisma Tingkat Kelurahan Lembursitu dan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Kamis (13/8/2026).

Ranty menilai pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi langkah sederhana yang memiliki manfaat luas bagi keluarga. Lahan yang tersedia di sekitar rumah dapat ditanami berbagai kebutuhan pangan, sayuran, maupun tanaman obat keluarga (TOGA).

Gerakan tersebut berkaitan dengan upaya membangun ketahanan pangan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Ketika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangannya secara produktif, kebutuhan pangan tertentu dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus membantu menjaga pengeluaran rumah tangga.

“Melalui semangat gotong royong, kreativitas, dan efisiensi, kader PKK serta Dasawisma dapat terus memperkuat modal sosial dan sinergi antarwilayah. Pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman pangan, sayuran, dan obat keluarga merupakan langkah nyata menuju kemandirian keluarga,” ujar Ranty.

Dasawisma sebagai Penggerak di Tingkat RT dan RW

Dalam kesempatan tersebut, Ranty juga menyoroti posisi Dasawisma dalam gerakan pemberdayaan keluarga. Kelompok Dasawisma memiliki kedekatan langsung dengan keluarga di lingkungan RT dan RW sehingga dapat menjadi penghubung penting antara program PKK dan kebutuhan masyarakat.

Pendataan menjadi salah satu fungsi penting yang perlu diperkuat. Data yang akurat dari tingkat keluarga dapat membantu kader mengenali kondisi masyarakat, termasuk persoalan pangan, kesehatan, maupun kebutuhan keluarga yang memerlukan perhatian.

Ranty mengibaratkan hubungan antara pemerintah dan PKK seperti sebuah keluarga yang sedang menghadapi tantangan bersama. Pemerintah melalui kecamatan dan kelurahan memiliki peran dalam memberikan dukungan, sementara kader PKK dituntut mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Kita harus cerdas melihat apa yang ada di sekitar kita. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari keterbatasan itu kita belajar mencari cara yang lebih kreatif dan efisien,” katanya.

Menurut Ranty, kekuatan PKK tidak hanya terletak pada program yang telah disusun, tetapi juga pada kemampuan kader menerjemahkan program tersebut menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara kader, kelurahan, kecamatan, dan masyarakat perlu terus dibangun.

Pekarangan Menjadi Sumber Pangan Keluarga

Program Aku Hatinya PKK diarahkan untuk mendorong keluarga menjadikan pekarangan sebagai ruang yang produktif. Tanaman pangan, sayuran, dan TOGA dapat dikembangkan sesuai kondisi lahan masing-masing keluarga.

Bagi keluarga dengan lahan terbatas, pemanfaatan pekarangan tidak harus dilakukan dalam skala besar. Tanaman dapat ditanam menggunakan pot, polybag, rak vertikal, atau media lain yang memungkinkan.

Pendekatan tersebut membuat gerakan ketahanan pangan dapat dilakukan secara sederhana dan menyesuaikan kemampuan setiap keluarga. Selain menghasilkan bahan pangan, kegiatan berkebun juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak mengenai lingkungan dan pola hidup sehat.

Ranty menilai kader memiliki peran penting dalam memberikan contoh sekaligus mengajak keluarga di lingkungannya untuk memulai gerakan tersebut. Keteladanan dari kader akan lebih mudah diterima masyarakat karena dilakukan secara langsung dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Yang kita bangun adalah kebiasaan baik di keluarga. Mulai dari halaman rumah, dari lingkungan RT dan RW, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama,” tutur Ranty.

Memperkuat Modal Sosial

Di tengah keterbatasan sumber daya, Ranty mengajak kader PKK tidak bergantung pada satu sumber dukungan. Kerja sama dan gotong royong perlu menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kader dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur di lingkungan masing-masing untuk mendukung kegiatan PKK. Sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan program sekaligus membuat kegiatan lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Penguatan Dasawisma juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan gerakan PKK. Dengan pendataan yang baik dan komunikasi yang aktif, kader dapat mengetahui persoalan yang muncul di tingkat keluarga lebih cepat.

Ranty menegaskan, PKK harus hadir sebagai gerakan yang memberikan manfaat nyata. Setiap program perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan keluarga, baik dalam bidang pangan, kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan.

“Kader adalah bagian penting dari gerakan ini. Kehadiran kader di tengah masyarakat harus memberikan manfaat dan menjadi penguat bagi keluarga-keluarga di lingkungannya,” ujarnya.

Melalui sosialisasi tersebut, TP-PKK Kota Sukabumi terus mendorong penguatan kader di tingkat kelurahan. Optimalisasi pekarangan dan penguatan Dasawisma menjadi dua bagian yang saling berkaitan dalam membangun ketahanan keluarga dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.

Gerakan tersebut diharapkan berkembang dari kegiatan individu menjadi kekuatan kolektif. Ketika keluarga, kader, dan pemerintah bergerak bersama, pekarangan rumah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi.

Pewarta : Esty
Dokumentasi : Ihsan

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline