Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, TP PKK Kecamatan Cikole, Camat Cikole, Lurah Kebonjati, serta para kader PKK dan Posyandu.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia sejak lingkungan keluarga. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga mengenai investasi jangka panjang melalui pembentukan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki nilai moral.
“Ibu cerdas, pola asuh hebat, anak bahagia ini dari kita untuk kita. Kita harus mendidik anak-anak kita dengan baik, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Ayep Zaki.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang jujur, adil, dan amanah, sekaligus menyusun program jangka panjang yang berorientasi pada kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran masyarakat secara merata di seluruh wilayah Kota Sukabumi.
Wali Kota juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada masa emas. Menurutnya, pola asuh tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mahal. Hal-hal sederhana di rumah justru dapat menjadi bagian penting dalam membangun kecerdasan dan kreativitas anak.
Ia mencontohkan pemenuhan nutrisi melalui telur yang mudah diperoleh masyarakat. Telur, menurutnya, menjadi salah satu sumber protein yang baik dan terjangkau. Hal tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam penanganan stunting melalui pemenuhan gizi anak.
“Jangan sampai anak-anak kita sejak kecil hanya dikenalkan dengan gadget. Ajak mereka menggambar, menulis, bermain, bergerak, dan berkomunikasi. Dari kegiatan sederhana itu kreativitas dan kemampuan sosial anak bisa berkembang,” ungkapnya.
Ayep mengingatkan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan dapat berdampak terhadap pola tidur dan pola makan, perkembangan sosial dan emosional, hingga aktivitas fisik anak. Karena itu, orang tua perlu membuat aturan yang jelas mengenai penggunaan perangkat digital serta memperbanyak aktivitas bersama anak.
“Teknologi boleh digunakan, tetapi harus bijak. Orang tua harus hadir, berkomunikasi dengan anak, dan mendampingi mereka,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, PKK, Posyandu, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan keluarga.
Ia menjelaskan, kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah tidak boleh menghentikan gerakan pelayanan kepada masyarakat. Justru, kondisi tersebut harus mendorong seluruh pihak untuk mengubah cara pandang, memperkuat kolaborasi, dan menentukan program yang memberikan dampak paling besar.
“Efisiensi bukan berarti gerakan kita berhenti. Sepuluh program pokok PKK dan enam SPM tetap harus berjalan. Posyandu juga tidak boleh berhenti. Kita harus mencari cara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ranty.
Ranty menyampaikan bahwa pemerintah saat ini menghadapi efisiensi anggaran yang cukup besar. Karena itu, kader PKK dan Posyandu diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah, termasuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak, seperti pelaku usaha dan toko di lingkungan sekitar.
Menurutnya, ketika sumber daya terbatas, program yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat harus tetap menjadi prioritas, termasuk penanganan stunting, penyelamatan keluarga rentan, serta pendampingan masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
“Yang harus kita lakukan adalah saling menguatkan dan saling mengingatkan. Kita harus tetap ikhlas dalam melayani, membangun komunikasi yang efektif, menjaga integritas, jujur, dan bertawakal,” tuturnya.
Dalam paparannya, Ranty juga mengangkat pentingnya kesehatan mental orang tua sebagai bagian dari pola asuh. Rumah, menurutnya, merupakan laboratorium pertama bagi anak. Sementara orang tua menjadi sosok pertama yang memberikan contoh, membentuk kebiasaan, serta mengenalkan nilai-nilai kehidupan.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang tua memiliki pengalaman masa lalu yang berbeda. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara seseorang mendidik anak. Karena itu, orang tua perlu mengenali dan menyelesaikan luka pengasuhan atau inner child agar tidak tanpa sadar mewariskan pola pengasuhan yang kurang baik kepada anak.
“Tidak ada orang tua yang sempurna. Tak ada gading yang tak retak. Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang penting adalah mau belajar, mau memperbaiki diri, dan memberikan yang terbaik untuk anak,” jelasnya.
Dalam konteks parenting, orang tua juga diharapkan tidak membanding-bandingkan anak, tetapi memahami karakter, potensi, rasa ingin tahu, dan kebutuhan masing-masing. Anak membutuhkan rasa aman, kasih sayang, komunikasi, serta kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya.
Kader PKK dan Posyandu dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan anak-anak di lingkungan masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, berbagai persoalan mulai dari tumbuh kembang anak, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, hingga edukasi pola asuh dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang menuju terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045. Penguatan karakter, kesehatan, literasi keluarga, pemenuhan gizi, serta perlindungan anak sejak dini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi penerus.
Ranty mengajak seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang penuh kasih.
“Ketika bertemu anak-anak, gunakan cinta. Cari cara untuk mendampingi mereka. Mudah-mudahan kita semua semakin menyadari bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan setiap keluarga membutuhkan dukungan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, PKK, Posyandu, dan keluarga, Pemerintah Kota Sukabumi berharap upaya membangun generasi sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter dapat dilakukan secara berkelanjutan. Masa sulit dengan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan gerakan bersama untuk melindungi masa emas anak dan menyiapkan generasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045.
| Pewarta | : Indah |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda