Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat melepas Kafilah Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SMP Kota Sukabumi untuk mengikuti Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (24/9/2026).
Bobby meminta para peserta menjalani seluruh rangkaian perlombaan dengan percaya diri. Kemampuan yang telah diperoleh melalui proses pembinaan menjadi modal untuk ditampilkan dalam ajang tingkat provinsi.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan. Kondisi fisik yang baik diperlukan agar para siswa dapat mengikuti setiap tahapan perlombaan dengan optimal.
Selain menjaga kesehatan, Bobby berpesan agar para siswa membawa nama baik Kota Sukabumi selama berada di tingkat provinsi. Sikap, kedisiplinan, dan kemampuan berinteraksi dengan peserta dari daerah lain menjadi bagian dari pengalaman yang akan mereka bawa pulang.
“Jaga nama baik Kota Sukabumi. Terus berprestasi pada festival, lomba, dan olimpiade yang lainnya pada jenjang berikutnya, baik di SMA bahkan di perguruan tinggi,” ujar Bobby.
Bobby menjelaskan bahwa pembinaan kesiswaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan.
Festival, lomba, dan olimpiade menjadi salah satu sarana untuk menemukan sekaligus mengasah bakat, minat, dan kreativitas peserta didik.
Pembinaan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
Regulasi tersebut memuat tujuan pembinaan kesiswaan, antara lain mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang mencakup bakat, minat, serta kreativitas.
Pembinaan kesiswaan juga diarahkan untuk memperkuat kepribadian siswa dan menciptakan lingkungan pendidikan yang dapat menjauhkan peserta didik dari berbagai pengaruh negatif yang bertentangan dengan tujuan pendidikan.
Dalam konteks prestasi, pembinaan memberikan ruang bagi siswa untuk mengaktualisasikan potensi sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karena siswa belajar mempersiapkan diri, menghadapi tantangan, serta menunjukkan kemampuan di hadapan peserta dari daerah lain.
Pentas PAI memiliki ruang tersendiri dalam proses tersebut karena mempertemukan unsur pendidikan agama dengan keterampilan dan seni. Berbagai cabang yang diperlombakan dapat menjadi media bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki secara lebih terarah.
Bobby bahkan melihat sejumlah keterampilan dalam Pentas PAI memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kemampuan profesional. Salah satunya kaligrafi yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seni, tetapi juga dapat memiliki nilai ekonomi ketika dikembangkan secara serius.
“Lomba-lomba dalam Pentas PAI merupakan lifeskill. Ketika siswa memiliki kemampuan dalam hal itu, akan menjadi sebuah profesi yang dapat menjamin kesejahteraan hidupnya di masa datang,” kata Bobby.
Ia memberikan gambaran bahwa kemampuan membuat karya kaligrafi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Karya yang memiliki kualitas dan karakter dapat diminati masyarakat dan memiliki nilai jual.
Pandangan tersebut menempatkan kegiatan perlombaan siswa dalam perspektif yang lebih luas. Prestasi di arena kompetisi menjadi salah satu bagian dari proses, sementara keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan setelah perlombaan selesai.
Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru pembina, dan pihak sekolah yang telah mempersiapkan Kafilah Pentas PAI Kota Sukabumi. Proses persiapan menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kesiapan peserta sebelum tampil di tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Selamat mengikuti PENTAS PAI tingkat Provinsi Jawa Barat. Semoga mendapat hasil terbaik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga mengajak peserta untuk tidak menjadikan target juara sebagai beban selama mengikuti perlombaan. Para siswa diminta fokus menampilkan kemampuan yang telah dipelajari dan memberikan penampilan terbaik sesuai bidang yang diikuti.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan kompetisi sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Kemenangan menjadi salah satu hasil yang dapat diperoleh, tetapi pengalaman bertanding, keberanian tampil, dan kemampuan mengelola diri juga menjadi bagian penting yang dapat dibawa peserta dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi beserta jajaran, kepala sekolah, guru pembina, serta para siswa yang tergabung dalam Kafilah Pentas PAI Kota Sukabumi.
Setelah memberikan arahan kepada para peserta, Bobby secara resmi melepas Kafilah Kota Sukabumi untuk mengikuti Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Pelepasan dilakukan dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim sebagai tanda dimulainya perjalanan para peserta membawa nama Kota Sukabumi dalam ajang tersebut.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda