Hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Barat Almer Faiq Rusydi beserta jajaran, Ketua KADIN Kota Sukabumi terpilih Elis Sugiarti, S.Ag., S.E., M.M., unsur Forkopimda atau yang mewakili, pimpinan partai politik, perwakilan KADIN kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta pimpinan organisasi dunia usaha, asosiasi profesi, pelaku usaha, dan mitra strategis.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa KADIN memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan dunia usaha dan penciptaan peluang investasi.
Ia berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha dan kawasan industri serta menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha.
Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi akan merangkul seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama membangun perekonomian daerah. Ia juga mengajak KADIN memperkuat sinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
H. Ayep Zaki memaparkan dua rencana strategis yang ingin didorong di Kota Sukabumi, yakni pengembangan kawasan industri di atas lahan sekitar 60 hektare dan pembangunan kawasan perkotaan terpadu yang mampu menjadi pusat perdagangan serta destinasi ekonomi baru bagi wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Ia berharap kepemilikan kawasan industri dapat melibatkan pengusaha lokal, termasuk melalui skema kepemilikan bersama, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas dan tidak hanya terkonsentrasi pada satu korporasi.
Untuk kawasan perkotaan, ia mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan pengusaha lokal dalam pengembangan kawasan sebelum menggandeng investor berskala besar.
Menurutnya, kedua rencana tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, meningkatkan pendapatan daerah, dan menghadirkan pusat kegiatan ekonomi yang representatif.
Selain pengembangan investasi, Wali Kota juga menyoroti potensi sejarah dan identitas Kota Sukabumi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik ekonomi, termasuk keberadaan institusi pendidikan kepolisian pada masa lalu, Museum Pegadaian, serta berbagai situs bersejarah lainnya.
Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi mencapai 5,95 persen dan inflasi sebesar 2,77 persen berdasarkan data yang dipaparkannya dalam kegiatan tersebut.
Capaian itu, menurutnya, perlu terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, KADIN, dan seluruh pelaku usaha.
Melalui MUKOTA V KADIN ini, diharapkan kepengurusan periode 2026–2031 dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat investasi, mengembangkan potensi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Husen |
| Dokumentasi | : Dede Soleh |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda