Upaya Pemkot Sukabumi Tingkatkan PBB P2 dan Pulihkan Kepercayaan Publik Lewat Infrastruktur

"Kita harus memulihkan kepercayaan publik dan tidak menyalahkan masyarakat untuk mengoptimalkan penerimaan PBB P2," tegas Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.

Pernyataan krusial tersebut dilontarkan saat H. Ayep Zaki saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Wilayah bersama jajaran camat dan lurah.

Pertemuan strategis aparatur kewilayahan ini diselenggarakan pada Senin (12/10) pagi dan bertempat di Oproom Setda Kota Sukabumi dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bobby Maulana.

Agenda utama dalam rapat koordinasi tersebut berfokus pada evaluasi serta upaya percepatan peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Dalam pemaparan capaian wilayah, lima kelurahan sukses mencatatkan kenaikan penerimaan year on year sebesar 18 persen, yakni Kelurahan Gedongpanjang, Jayamekar, Cipanengah, Sudajayahilir, dan Cikondang.

Prestasi turut ditunjukkan oleh Kecamatan Citamiang yang dinilai telah sukses melampaui target penerimaan PBB P2 di tingkat kota.

Kendati terdapat capaian positif, evaluasi ini masih menyisakan beberapa kelurahan yang belum memenuhi target year on year serta fakta masih rendahnya kesadaran warga menunaikan kewajiban perpajakan.

Permasalahan pelik lainnya muncul dari keberadaan aset milik lembaga lain di tingkat kewilayahan yang berdalih tidak memiliki alokasi anggaran khusus dari pemerintah untuk melunasi pajaknya.

Merespons rentetan penunggakan tersebut, H. Ayep Zaki menginstruksikan seluruh aparatur kewilayahan untuk segera menyusun pemetaan wajib pajak secara komprehensif.

Terhadap wajib pajak yang bermasalah dan enggan patuh, penagihan akan dilakukan secara tegas. "Jadi nanti kita akan berkolaborasi dengan APH untuk turun ke lapangan," tandas Wali Kota Sukabumi.

Nilai penerimaan mutlak turut ditetapkan untuk segera direalisasikan, yakni PBB saat ini menyentuh angka 16 miliar dan ditargetkan Rp 20-22 miliar.

Untuk memuluskan serangkaian langkah operasional di lapangan, Pemerintah Kota Sukabumi bersiap mencairkan pendanaan khusus.

Di tengah tuntutan percepatan kinerja yang tinggi, Wali Kota menjamin iklim kerja birokrasi akan tetap berjalan secara profesional. "Saya tidak akan mengganti posisi jabatan atas kebencian," serunya.

Terkait solusi pemulihan kepercayaan publik, pemerintah akan menggenjot infrastruktur lewat sistem tunda bayar.

"Kita akan membangun kota dengan skema tunda bayar ini, sejalan dengan apa yang digagas oleh Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi," jelasnya, sembari menginstruksikan secara teknis agar elevasi trotoar dibangun sejajar dengan posisi rumah warga, tidak terlalu tinggi.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Dede Soleh

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline