16 Desember 2021



Pemulihan ekonomi telah diupayakan oleh pemerintah mulai dari pusat hingga daerah melalui program bantuan sosial hingga finansial. Kehidupan normal baru diharapkan berlangsung di masyarakat untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Bukan hanya itu, pemerintah daerah juga telah mencoba menerjemahkan aturan-aturan atau regulasi pemerintah pusat dalam memberi makna yang tepat terhadap kehidupan normal baru. Strategi yang tepat selama kehidupan normal baru dapat menjadi salah satu sebab percepatan pemulihan berbagai sektor, salah satunya ekonomi, yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Hal di atas disampaikan oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami pada acara Seminar Geliat UMKM di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Kliksukabumi.id secara webinar pada Kamis (16/12).

Selaku keynote Speech dalam acara tersebut, H. Andri Setiawan Hamami memaparkan beberapa strategi yang harus ditempuh oleh para pelaku UMKM setelah dunia dihadapkan pada pandemi Covid-19 selama sata tahun lebih ini.

“ Pada masa pandemi ini, pelaku usaha kecil dan menengah harus memiliki kepekaan dalam menangkap peluang, terutama dalam pemasaran produk,” ungkap Wakil Wali Kota Sukabumi kepada 30 peserta webinar.

Masa pandemi dapat dikatakan sebagai ujian berat bagi pelaku usaha. Bagaimana pelaku usaha, baik yang sudah lama ataupun yang baru memulai usaha  rintisan, dipaksa untuk bertahan melawan pandemi Covid-19.

“ Namun kita juga tidak menutup diri, beberapa bulan di awal pandemi, ada dampak baik yang dirasakan oleh para pelaku usaha. Pemasaran produk secara daring mengalami peningkatan signifikan selama pandemi,” lanjut H. Andri Setiawan Hamami.

Perhatikan dan Pertahankan Kualitas Produk

Tidak hanya oleh pandemi, krisis ekonomi dapat disebabkan oleh banyak hal. Ketika perusahaan global tumbang oleh krisis moneter yang melanda dunia sekitar  22 tahun lalu, ternyata krisis besar itu tidak terlalu memukul para pelaku UMKM. Justru para pelaku UMKM lah yang dapat tetap bertahan dan mempertahankan usahanya di tengah badai krisis.



“ Saat ini, pemasaran sudah bersifat hibrida atau campuran antara pemasaran secara daring dan luring. Para pelaku UMKM Kota Sukabumi harus menangkap peluang era internet ini bagi pemasaran produknya,” papar H. Andri Setiawan Hamami.

Selain itu, menurut Wakil Wali Kota Sukabumi, produk para pelaku UMKM harus memerhatikan penjenamaan atau branding, kemasan yang menarik, dan komitmen untuk tetap menjaga kualitas produk.

“ Penjenamaan atau branding sebagai strategi memperkenalkan produk kita dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media sosial. Saat ini, pengguna internet sudah mencapai lebih  50% dari penduduk Indonesia. Dari data tersebut, tidak menutup kemungkinan, produk para pelaku UMKM dapat dikenal lebih cepat dengan jangkauan luas jika internet dimanfaatkan secara maksimal untuk memasarkan produk,” imbuh H. Andri Setiawan Hamami.

Strategi Pemasaran Produk UMKM

Dalam webinar selama satu jam ini, H. Andri Setiawan Hamami mengingatkan para pelaku UMKM untuk menempuh sejumlah strategi antara lain: produk harus menarik konsumen, target pasar harus dipahami secara utuh, kemasan menarik, lakukan promosi secara tepat, perlihatkan kelebihan produk, dan perluas jaringan.

“ Dan tidak kalah penting, sebagai aplikasi dari penerapan Internet of Things, jika memungkinkan para pelaku UMKM sebaiknya memiliki situs web pribadi yang menarik untuk dikunjungi oleh netizen,” pungkas Wakil Wali Kota Sukabumi.

Perusahaan Ritel Siap Membantu Memasarkan Produk UMKM Kota Sukabumi

Regional Corporate Communication Manager Alfamart, Budi Santoso menyampaikan harapan segar kepada para peserta webinar, “ Kami siap membantu pemasaran produk UMKM dengan kriteria produk tersebut telah dikurasi oleh kami dan diakui secara legal formal oleh pemerintah setempat.”



Sebagai pembicara pada webinar ini, Budi Santoso menekankan para pelaku UMKM harus menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas yang membidangi hal tersebut.

“ Sekali lagi, kami akan terus membantu pemasaran produk para pelaku UMKM Kota Sukabumi, yang penting kualitas dari produk yang akan dipasarkan tersebut benar-benar terjamin,” tutup Budi Santoso.

0 Tanggapan

Silakan kirim saran dan komentar anda