Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Bambang Herawanto, perwakilan Kementerian Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para budayawan dan pelaku seni budaya.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menyampaikan bahwa Warisan Budaya Takbenda merupakan kekayaan yang tidak ternilai karena memuat nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa warisan budaya menjadi cerminan jati diri dan karakter masyarakat Kota Sukabumi.
“Warisan Budaya Takbenda adalah cerminan jati diri, karakter, dan sejarah panjang masyarakat Kota Sukabumi yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses inventarisasi, pengkajian, hingga pengusulan Warisan Budaya Takbenda.
Sejumlah karya budaya Kota Sukabumi yang telah ditetapkan antara lain Uyeg sebagai WBTb Indonesia Tahun 2018, Gotong Lisung, Gotong Sisig, dan Bahasa Widal sebagai WBTb Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, Mochi Sukabumi sebagai WBTb Indonesia Tahun 2022, serta Boles sebagai WBTb Indonesia Tahun 2024.
Selain itu, beberapa karya budaya lainnya telah melalui proses sidang penetapan untuk diusulkan sebagai WBTb Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Namun demikian, Bobby menekankan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda bukanlah akhir dari sebuah proses.
“Pengusulan dan penetapan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk terus menjaga keberlanjutan warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.
Melalui kegiatan sarasehan dan diseminasi ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap terbangun pemahaman bersama, penguatan jejaring, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ditegskan juga bahwa kebudayaan akan terus dijadikan bagian integral dari pembangunan daerah, termasuk dalam sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, guna membangun masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing.
Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Fadhil
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda