Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban Menuju Kota Sukabumi Bercahaya”.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap program-program strategis Muslimat NU Kota Sukabumi yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi.
Tiga program utama Muslimat NU, yakni Dakwah Keliling (Darling), penanganan kemiskinan ekstrem, dan program kesehatan, disebut memiliki irisan kuat dengan 26 indikator pembangunan daerah yang tengah dijalankan pemerintah.
Wali Kota menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan agar percepatan pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Menurutnya, program pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus “dikeroyok” bersama oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas keagamaan seperti Muslimat NU.
Terkait penanganan kemiskinan ekstrem, wali kota memaparkan bahwa saat ini terdapat sekitar 65 ribu warga Kota Sukabumi yang berada pada kategori desil satu dan dua yang membutuhkan intervensi serius.
Ia menekankan perlunya pembagian peran pendanaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota agar upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, wali kota juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan Kota Sukabumi.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus fokus pada penguatan PAD demi mendukung program-program strategis di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan penurunan stunting.
Melalui Konferensi Cabang III ini, Wali Kota berharap Muslimat NU Kota Sukabumi dapat terus berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, sehat, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi nyata menuju terwujudnya Kota Sukabumi Bercahaya.
Pewarta : Agung
Dokumentasi : Agus R
DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan
Ross Pristianasari



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda