Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki; Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan; Camat Baros, Angga Sugia Wijaya; para lurah; serta seluruh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Sukabumi.
Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan kontribusi PSM se-Kota Sukabumi dengan total sebesar Rp3,95 juta untuk 20 yatim piatu.
“Bakti sosial IPSM kami gelar setiap satu bulan sekali. Ini merupakan urusan PSM se-kota dengan total Rp3,95 juta yang akan kita salurkan kepada 20 orang yatim piatu,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menurunkan kemiskinan dari aspek sosial.
Menurutnya, meskipun kemiskinan memiliki banyak aspek, kegiatan sosial seperti ini tetap menjadi bagian penting dalam upaya penanganannya.
Sementara itu, Camat Baros Angga Sugia Wijaya mengapresiasi para PSM atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai momentum bakti sosial yang dilaksanakan pada hari Jumat ini dapat semakin meningkatkan kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat serta membawa keberkahan.
Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa pemerintah tengah berikhtiar menjalankan berbagai program sosial.
Ia menekankan agar kegiatan sosial tidak berjalan terpisah-pisah tanpa memberikan penyelesaian nyata terhadap persoalan sosial yang ada.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah, sehingga masalah sosial tidak selesai. Artinya, penanganan dan penyelesaian masalah sosial belum memenuhi ketentuan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Wali kota menambahkan, diperlukan perumusan yang tepat agar persoalan sosial dapat benar-benar diselesaikan dan terus menurun.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, berupaya menyelesaikan persoalan sosial melalui pertumbuhan ekonomi, di antaranya dengan membentuk program wakaf produktif di mana keuntungan darinya digunakan untuk Qordhul Hasan sebagai instrumen sosial.
Ia menekankan pentingnya kekompakan dalam pelaksanaannya, karena penyelesaian masalah sosial membutuhkan dukungan pembiayaan dari sumber sosial.
Menurutnya, anggaran sosial diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan beasiswa, sementara pembangunan infrastruktur difokuskan menggunakan anggaran dari APBD.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Agus R |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda