Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, serta melibatkan unsur kecamatan, TP Posyandu, Dinas Kesehatan, dan TP PKK.
Kegiatan diawali dengan laporan dari Dinas Kesehatan mengenai pelaksanaan Bimtek yang akan dilaksanakan secara roadshow hingga 4 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas Posyandu dalam mengimplementasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan fokus utama pada bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Ranty Rachmatilah menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis yang melampaui fungsi layanan kesehatan semata.
“Posyandu bukan hanya sekadar layanan kesehatan, melainkan juga ruang pembinaan karakter masyarakat yang melayani enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (linmas), serta sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi lintas sektor, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Integrasi peran kecamatan, Posyandu, Dinas Kesehatan, dan TP PKK dinilai penting agar pelaksanaan program lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Adapun tujuan Bimtek ini meliputi penguatan Posyandu dalam implementasi enam SPM dengan fokus pada bidang kesehatan, optimalisasi bantuan operasional Posyandu sesuai ketentuan teknis, sinkronisasi pencatatan dan pelaporan antara TP Posyandu dan TP PKK, serta penguatan program Perilaku Hidup Sehat (PHS) di masyarakat.
Ranty juga menekankan perlunya perubahan paradigma Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.
“Posyandu harus menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita, usia sekolah, hingga lansia,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya penentuan prioritas sasaran stunting di Kelurahan Gunungpuyuh serta penguatan program “1 ASN 1 Telur” sebagai langkah strategis dalam pencegahan stunting.
Lebih lanjut, ia menekankan strategi pelayanan Posyandu yang berlandaskan prinsip the right information, the right decision, and the right execution.
“Pelayanan yang kita berikan harus berbasis pada informasi yang tepat, keputusan yang tepat, dan eksekusi yang tepat, agar benar-benar berkualitas dan merata,” katanya.
Dalam pesannya kepada para tamu undangan dan kader, ia berharap materi yang disampaikan dapat diteruskan kepada masyarakat serta menjadi momentum untuk terus melakukan peningkatan kapasitas diri.
“Peran kita tidak ditentukan oleh usia atau nilai diri, tetapi oleh sistem dan hierarki pemerintahan yang berlaku. Karena itu, pahami tugas dan tanggung jawab sesuai regulasi,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari pola perilaku crab mentality serta mendorong penerapan growth mindset dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Sukabumi dengan harapan seluruh peserta dapat menjalankan peran masing-masing secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Kennyata |
| Dokumentasi | : Dede Soleh Saepul |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda