Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengimplementasikan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan secara lebih terarah, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, serta disambut oleh Sekretaris Kecamatan Cikole, Fajar.
Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor di tengah tahun efisiensi anggaran, sehingga sinergi antara kecamatan, Posyandu, Dinas Kesehatan, dan TP PKK menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan yang lebih efisien dan efektif ke depan.
Bimbingan teknis ini memiliki sejumlah tujuan penting, di antaranya penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM yang difokuskan pada bidang kesehatan, optimalisasi bantuan operasional Posyandu sesuai ketentuan teknis, sinkronisasi sistem pencatatan dan pelaporan antara TP Posyandu dan TP PKK, serta penguatan program Perilaku Hidup Sehat (PHS) di tengah masyarakat.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Ranty Rachmatilah menekankan bahwa materi yang disampaikan dalam kegiatan ini harus dapat diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk peningkatan kapasitas diri para kader.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengubah paradigma Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, ibu bersalin, bayi dan balita, usia sekolah, hingga lanjut usia.
Menurutnya, Posyandu harus dijalankan dengan prinsip the right information, the right decision, and the right execution, agar pelayanan yang diberikan benar-benar berkualitas dan merata.
Selain itu, Ranty Rachmatilah juga menyampaikan materi mengenai pentingnya Emotional Intelligence dalam pelayanan publik, yang mencakup lima komponen utama, yakni kesadaran diri (self-awareness), pengendalian diri (self-regulation), empati (empathy), keterampilan sosial (social skills), serta attribution dan mindset.
Ia menegaskan bahwa pelayanan yang baik tidak hanya bertumpu pada sistem, tetapi juga pada kemampuan individu dalam mengelola diri dan membangun hubungan sosial yang positif.
Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan reflektif, “Pahamilah bahwa kita tidak bisa mengandalkan perkataan dan perilaku orang lain selain mengendalikan diri kita sendiri.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perubahan pelayanan publik yang berkualitas berawal dari kesadaran dan pengendalian diri setiap individu yang terlibat.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat di Kota Sukabumi.
| Pewarta | : Kennyata |
| Dokumentasi | : Ihsan |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda