Hal tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan pembuatan konten pengelolaan sampah di Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (24/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung implementasi konsep pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Sampah di wilayah tersebut.
Bobby mengaku tertarik melihat bagaimana gagasan yang diajukan benar-benar diwujudkan di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada camat, lurah, RW, RT, kader Posyandu, serta ibu-ibu yang aktif memposting kegiatan pengelolaan sampah di media sosial.
Menurutnya, promosi kebaikan melalui akun media sosial menjadi langkah sederhana namun berdampak luas dalam membangun kesadaran kolektif.
Bobby bahkan menyampaikan bahwa setiap unggahan positif terkait pengelolaan sampah kerap ia respons dan bagikan kembali sebagai bentuk dukungan moral.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi, agar praktik baik pengelolaan sampah dapat ditiru oleh wilayah lain.
Konten-konten tersebut, katanya, bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga bagian dari gerakan perubahan perilaku.
Pengelolaan sampah yang ditinjau di Gunungpuyuh menjadi salah satu contoh nyata pengelolaan dari hulu, yakni dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan pengolahan awal sebelum sampah masuk ke tempat pembuangan akhir.
Pendekatan ini dinilai penting karena mampu mengurangi beban lingkungan, menekan volume sampah, sekaligus membangun budaya sadar lingkungan sejak tingkat paling dasar masyarakat.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Dede Soleh Saepul |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda