Peringatan Nuzulul Qur’an, Wali Kota Ajak Pemerintah dan Masyarakat Berhijrah Menuju Sukabumi Sejahtera

“Malam ini merupakan malam yang luar biasa, malam diturunkannya Al-Qur’an. Pada tanggal 17 Ramadan berdasarkan penanggalan hijriyah atau qomariyah, yang berbeda dengan penanggalan syamsiah atau masehi. Malam ini adalah malam kemuliaan bagi umat Islam,” ujar Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Qur'an yang digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi, Jumat (6/3) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang memadati masjid untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.

Dalam sambutannya, Wali Kota mengibaratkan kepemimpinan pemerintahan seperti hubungan antara imam dan makmum dalam salat berjamaah.

Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas dan keteladanan agar dapat diikuti oleh seluruh aparatur.

“Saya memiliki jabatan konstitusional yang mengacu kepada undang-undang. Mirip seperti tadi kita salat berjamaah, ada imam dan ada makmum. Imam harus memiliki wudhu, begitu juga makmum. Kalau saya sebagai pemimpin ingin jujur dan amanah, maka seluruh perangkat daerah juga harus jujur dan amanah,” tegasnya.

Menurutnya, kepemimpinan yang berlandaskan kejujuran dan amanah akan menjadi contoh bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Sukabumi untuk membangun semangat kebersamaan sebagaimana kebersamaan dalam ibadah berjamaah.

“Saya ingin berjamaahnya Pemerintah Kota sama baiknya seperti tadi kita melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Berikan contoh kepada masyarakat,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wali Kota menyampaikan harapannya agar semangat nilai-nilai Al-Qur’an dapat mendorong perubahan menuju peradaban yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen untuk memiliki niat yang sama dalam membangun kota.

“Kalau niat ingin hijrah, maka kita akan mendapatkan rido-Nya. Kota Sukabumi harus berhijrah dari kemiskinan menjadi sejahtera, dari pengangguran yang tinggi menjadi rendah, dari stunting 19 persen menjadi nol persen,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada peran perangkat daerah sebagai pelaksana program pemerintah.

Menurutnya, negara telah memberikan kewenangan, fasilitas, serta anggaran kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Negara telah memberikan fasilitas dan meminta kita untuk menyejahterakan Kota Sukabumi. Jika kita tidak menjalankan itu, maka sama seperti salat yang tidak sah atau batal,” pungkasnya.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Dede Soleh Saepul

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline