Wali Kota Bertemu OJK Jawa Barat, Bahas Penguatan Akses Pembiayaan Daaerah

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa kunjungannya ke Kantor OJK Jawa Barat merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung profram-program daerah.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan pertemuan dengan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Darwisman, pada Selasa, 3 Maret 2026 di Kantor OJK Jawa Barat, Jalan Dago, Bandung.

“Hari ini saya berkunjung ke OJK Provinsi Jawa Barat. Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak masukan dari pimpinan OJK terkait strategi agar pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi meningkat,” ujar H. Ayep Zaki.

Ia menyatakan merespons secara positif berbagai saran dan arahan OJK, terutama dalam memperkuat sektor pembiayaan dan akses keuangan daerah.

Wali Kota juga menyoroti rendahnya realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kota Sukabumi yang saat ini masih berada di peringkat 25 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Padahal, dana pihak ketiga (DPK) di Kota Sukabumi tergolong tinggi, mencapai lebih dari Rp10 triliun.

“Potensi dana besar, tetapi penyalurannya masih rendah. Ini yang ingin kita dorong agar kredit tumbuh dan ekonomi bergerak,” tegasnya.

Selain itu, H. Ayep Zaki menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan terus memperkuat komunikasi dengan OJK, khususnya terkait program Qordhul Hasan dan pengelolaan wakaf produktif yang selama ini telah berjalan di Kota Sukabumi.

Ia berharap dukungan OJK dapat memperkuat aspek regulasi, tata kelola, serta pengembangan ekosistem pembiayaan berbasis syariah dan sosial tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menyambut baik kunjungan dan inisiatif Pemerintah Kota Sukabumi.

Ia mengapresiasi berbagai program yang telah diinisiasi, termasuk dana kebajikan dan dana wakaf yang diperuntukkan bagi usaha produktif masyarakat super mikro maupun bantuan sosial bagi kelompok rentan seperti lansia dan difabel.

Menurut Darwisnan, Kota Sukabumi memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor UMKM yang jumlahnya mencapai lebih dari 55.000 unit usaha. Namun, baru sekitar 23.000 UMKM yang telah memperoleh pembiayaan perbankan.

“Ini menunjukkan ruang yang masih sangat besar bagi perbankan untuk meningkatkan pembiayaan. Kita akan dorong melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk membangun ekosistem pembiayaan yang lebih kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah potensi unggulan Kota Sukabumi, seperti peternakan domba dan kambing yang didorong melalui program kurban ASN, potensi susu sapi perah yang terhubung dengan koperasi susu nasional, serta komoditas telur dan pisang.

Potensi-potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan dalam skema pembiayaan terintegrasi guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Sukabumi dan OJK Jawa Barat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan sektor perbankan serta penguatan ekosistem pembiayaan UMKM, Wali Kota optimistis Sukabumi dapat menjadi salah satu daerah yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi dengan inflasi yang tetap terkendali.

Pewarta : Kang Warsa
Dokumentasi : Fadhil

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline