Wakil Wali Kota Sukabumi hadir bersama jajaran aparatur Pemerintah Kota Sukabumi termasuk usur Forkopimcam Baros.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi tahun yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan lingkungan.
Selain itu, pemerintah juga menitikberatkan program di bidang pendidikan, kesehatan, pengurangan pengangguran, serta penurunan prevalensi stunting sebagai bagian dari implementasi kinerja kepala daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahun ujian bagi Pemkot Sukabumi, seiring adanya efisiensi anggaran dan pemotongan dana transfer sebesar Rp159 miliar.
Bobby berharap pada triwulan pertama akan ada pengembalian dana melalui anggaran parsial.
“Ini menjadi dorongan agar Kota Sukabumi benar-benar mandiri. Kita harus meningkatkan PAD agar pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya.
Terkait infrastruktur, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa terdapat sejumlah jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga tidak dapat diintervensi oleh pemerintah kota.
Namun demikian, pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi agar perbaikan jalan provinsi di wilayah Kota Sukabumi dapat segera direalisasikan.
Dalam bidang kesehatan, Kota Sukabumi berhasil meraih penghargaan tingkat nasional kategori kota/kabupaten terbaik dalam penanganan stunting dengan menerima insentif fiskal Rp5,5 miliar dari Pemerintah Pusat.
Sedianya, hadiah tersebut akan dimanfaatkan untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dukungan kader, dan program terkait lainnya.
Selain itu, pemerintah juga terus menggulirkan program Beasiswa 'Sukabumi Bercahaya' bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kondisi dunia yang tengah dilanda konflik, khususnya di Timur Tengah.
Ia menyinggung dampak global dari peperangan, termasuk ketika Iran menutup Selat Hormuz yang berpengaruh terhadap perekonomian dunia.
“Mudah-mudahan perang segera usai dan kondisi dunia kembali baik,” ujarnya.
Menjelang rampungnya pembangunan jalan tol Bocimi yang menghubungkan wilayah Sukabumi, ia mengingatkan bahwa perubahan dinamika sosial dan ekonomi akan semakin terasa.
Menurutnya, kehadiran tol akan mengubah peradaban dan meningkatkan mobilitas pendatang ke Kota Sukabumi. Karena itu, masyarakat perlu bersiap menyambut perubahan dengan memperkuat daya saing sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual.
“Zaman sudah berubah, transformasi digital sedang berlangsung. Indonesia sebagai negara muslim majemuk terbesar di dunia menjadi perhatian dunia. Karena itu, perkuat spiritual melalui pengajian dan program keagamaan di masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DKM Al-Muawanah, Ruslan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pemerintah kota. Ia berharap kegiatan Safari Ramadan membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Ia juga melaporkan bahwa di Masjid Besar Al-Muawanah rutin dilaksanakan pengajian setiap malam Sabtu serta kegiatan sosial, seperti santunan bagi jompo pada pekan ketiga setiap bulan Ramadan dan santunan yatim piatu saat Tahun Baru Islam.
Ruslan menambahkan, masjid yang telah direnovasi 11 tahun terakhir tersebut belum mengalami renovasi besar lagi.
Saat ini, pihak DKM tengah berupaya menyelesaikan pengecatan masjid dan memohon doa agar proses tersebut berjalan lancar.
Kegiatan ditutup dengan pemberian santunan dari Pemerintah Kota Sukabumi dan Baznas kepada DKM Al-Muawanah, dilanjutkan tausiyah oleh K.H. Asep Rahmatullah.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Ihsan |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |




Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda