Hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, jajaran SKPD,Kepala Kementerian Agama Kota Sukabumi, Baznas, Camat, serta Lurah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa ulama dan umaro memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.
“Ulama menjadi imam di masjid dan jamaah menjadi makmum. Begitu juga umaro, saya sebagai pemimpin Pemerintah Kota Sukabumi dibatasi undang-undang selama lima tahun, paling lama sepuluh tahun. Perbedaannya, umaro memimpin menjalankan aturan pemerintah, sedangkan ulama memimpin sesuai ajaran Islam. Persamaannya, tidak akan disebut imam kalau tidak ada makmum,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin tidak akan disebut imam tanpa adanya makmum. Karena itu, umaro harus memiliki dukungan dan kebersamaan dari perangkat daerah serta masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk meneladani empat sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah dalam setiap aktivitas dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan titipan yang bersifat sementara, sehingga harus dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Kota Sukabumi dalam waktu yang terbatas.
Kegiatan Safari Ramadan ini menjadi instrumen penguatan sinergi antara ulama dan umaro dalam membangun tatanan masyarakat Kota Sukabumi.
Melalui pertemuan di Masjid An-Nuur, Wali Kota menekankan pentingnya konektivitas antara pemimpin pemerintahan dengan tokoh agama sebagai mitra strategis, agar peran pemimpin sebagai “imam” dan masyarakat sebagai “makmum” dapat berjalan selaras.
Selain itu, Safari Ramadan juga dimaknai sebagai media penegasan integritas dan komitmen pelayanan publik bagi seluruh perangkat daerah.
Penekanan terhadap nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah sementara yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana internalisasi nilai-nilai etika kepemimpinan dalam birokrasi Pemerintah Kota Sukabumi, demi terciptanya keteraturan sosial dan penguatan pelayanan kepada masyarakat.
| Pewarta | : Kang Warsa |
| Dokumentasi | : Dede soleh Saepul |
DOKPIM KOTA SUKABUMI |
|
| Pranata Kehumasan | : Ross Pristianasari |



Posting Komentar
Silakan kirim saran dan komentar anda