Ketua TP-PKK Dorong Perempuan Kepala Keluarga Jadi Tangguh dan Mandiri

Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Perempuan Kepala Keluarga di Kota Sukabumi, Selasa (19/5/2026), bertempat di Ruang Pertemuan Atas DP2KBP3A Kota Sukabumi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, pejabat fungsional pendamping pendataan perempuan, pengurus TP PKK Pokja II, Pimpinan Cabang PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Sukabumi, anggota PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), serta para peserta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersinergi bersama PNM untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak, sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi kehidupan.

Saat ini terdapat 38 kelompok perempuan kepala keluarga di Kota Sukabumi.

Dalam arahannya, Ranty Rachmatilah menyampaikan bahwa perempuan hebat tidak lahir dari kehidupan yang mudah, melainkan dari perjuangan dan proses panjang kehidupan.

“Perempuan hebat bukan lahir dari kenyamanan, tetapi dari perjuangan. Kita semua tidak dilahirkan dari garis kehidupan yang sama. Ada yang hidup berkecukupan dan ada yang harus berjuang menghadapi banyak persoalan hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri maupun anak-anaknya.

Menurutnya, ilmu tidak hanya didapat dari pendidikan formal, tetapi juga dari pengalaman dan proses kehidupan. Karena itu, perempuan tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup.

“Jika kita menyerah hari ini, maka perjuangan yang sudah dilakukan kemarin akan menjadi sia-sia. Semangat harus terus ada di dalam diri,” ungkapnya.

Ranty juga mengingatkan agar perempuan tidak terus-menerus membandingkan hidup dengan orang lain. Sebab, setiap orang memiliki jalan hidup, tanggung jawab, dan waktu keberhasilan yang berbeda-beda.

“Kunci hidup adalah fokus pada pertumbuhan diri sendiri. Jangan membandingkan hidup dengan orang lain, karena hidup bukan perlombaan. Apa yang sudah Allah takar tidak akan tertukar,” katanya.

Selain itu, ia mengajak para perempuan untuk terus bersyukur, mengenali potensi diri, serta berani memulai dari hal kecil tanpa merasa minder dengan keadaan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan keluarga. Menurutnya, banyak persoalan rumah tangga yang muncul akibat lemahnya pengelolaan ekonomi keluarga.

“Perempuan Sunda harus mulai memiliki keberanian untuk bermimpi besar tanpa kehilangan kesederhanaan. Mulailah dari mengelola usaha kecil hingga pengelolaan keuangan rumah tangga dengan baik,” tuturnya.

Ia pun mendorong para peserta untuk memiliki mental tangguh, terus belajar, berani naik kelas, dan tidak malu memulai usaha dari bawah.

“Capek boleh, menyerah jangan. Terus belajar, terus bangkit, dan jangan hanya semangat di awal, tetapi harus kuat menjalani proses panjang,” pesannya.

Menutup arahannya, Ranty mengajak seluruh perempuan kepala keluarga untuk tidak merasa kecil ataupun sendirian dalam menghadapi tantangan hidup.

“Mari terus belajar, bertumbuh, dan berkembang. Perempuan Sunda bisa maju, mandiri, dan sukses,” pungkasnya.

Pewarta : Indah
Dokumentasi : Iqbal

DOKPIM KOTA SUKABUMI
Pranata Kehumasan : Ross Pristianasari

0/Komentar

Silakan kirim saran dan komentar anda

Lebih baru Lebih lama

Headline